Di Tengah Penyaluran BLT-DD, Pemdes Simpang Tanah Lapang Gaungkan Kesadaran Bayar PBB untuk Kemajuan Daerah

KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com)— Pemerintah Desa Simpang Tanah Lapang, Kecamatan Kuantan Hilir, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) periode April–Mei 2026 kepada masyarakat penerima manfaat, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di kantor desa tersebut berjalan tertib dan penuh suasana kekeluargaan. Sebanyak 22 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menerima bantuan dengan nominal Rp150 ribu per bulan, sehingga masing-masing penerima memperoleh total bantuan selama dua bulan sebesar Rp300 ribu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kuantan Hilir, Rahman Candra, SE, Kasi PMD Yudepi, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta Bhabinkamtibmas yang turut mengawal jalannya kegiatan.

Kepala Desa Simpang Tanah Lapang, Jefriyoni, menyampaikan bahwa penyaluran BLT-DD ini merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan, sekaligus upaya menjaga daya beli warga di tengah kebutuhan ekonomi yang terus bergerak.

Namun lebih dari sekadar penyaluran bantuan, momentum tersebut juga dimanfaatkan Pemerintah Kecamatan bersama Pemerintah Desa untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya kepatuhan membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Dalam sosialisasi itu, para penerima BLT-DD diajak tidak hanya taat membayar pajak, tetapi juga turut mengingatkan keluarga, kerabat, hingga tetangga agar memiliki kesadaran yang sama.

“Melalui penyaluran BLT-DD periode April–Mei ini, kami juga menyampaikan kepada masyarakat agar ikut mengajak lingkungan sekitarnya untuk taat membayar PBB. Ini penting sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah sebagaimana yang telah disampaikan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi,” ujar Jefriyoni.

Ia menegaskan, pembangunan daerah tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan masyarakat. Pajak yang dibayarkan, katanya, pada akhirnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, hingga program-program kesejahteraan.

Kehadiran unsur pemerintah kecamatan, pendamping desa, BPD, hingga aparat keamanan dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa penyaluran bantuan sosial bukan hanya soal administrasi, tetapi juga menjadi ruang membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya gotong royong dalam memajukan daerah.

Di Desa Simpang Tanah Lapang, bantuan mungkin berpindah tangan. Namun pada saat yang sama, pesan tentang tanggung jawab, kepedulian, dan masa depan Kuantan Singingi ikut ditanamkan kepada masyarakat.*(ald)


Baca Juga