Jalan Sanglar–Kota Baru Hancur Bak Kolam Lumpur, Warga Tagih Janji Proyek Rp15 Miliar

Kilasriau.com, Reteh – Kondisi akses jalan penghubung Desa Sanglar menuju Kota Baru, Kecamatan Reteh, kembali menuai sorotan tajam dari masyarakat. 

Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga itu kini rusak parah dan dipenuhi lubang besar bercampur genangan air berlumpur hingga menyerupai “kolam sungai”.

Kerusakan jalan tersebut tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, namun juga membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara roda dua yang setiap hari melintas untuk bekerja, bersekolah, maupun mengangkut hasil kebun dan kebutuhan pokok.

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan semakin memprihatinkan. Sejumlah titik mengalami kerusakan berat dengan permukaan jalan nyaris tidak terlihat akibat tertutup lumpur dan genangan air. Pengendara terpaksa memperlambat laju kendaraan dan harus ekstra hati-hati, khususnya saat berpapasan dengan kendaraan roda empat. Tidak sedikit warga mengaku khawatir terjatuh karena kendaraan mudah tergelincir saat melewati jalur tersebut.

Warga menilai kerusakan jalan ini sudah berlangsung cukup lama, namun hingga kini belum ada penanganan serius yang benar-benar dirasakan masyarakat. Padahal, jalan Sanglar–Kota Baru merupakan akses penting yang menghubungkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah Kecamatan Reteh.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Camat Reteh, Hasnur Rasidi, S.Kep, mengatakan pihak kecamatan akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sanglar sebagai langkah awal penanganan sementara. Salah satu upaya yang akan dilakukan yakni menggelar gotong royong bersama masyarakat guna memperbaiki titik-titik jalan yang rusak agar tetap bisa dilalui.

“Ini langkah cepat agar jalan masih bisa dilalui masyarakat sambil menunggu perbaikan permanen,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).

Menurutnya, gotong royong menjadi solusi darurat agar akses transportasi masyarakat tidak lumpuh total, terutama di tengah kondisi cuaca yang kerap menyebabkan jalan semakin sulit dilalui.

Terkait adanya informasi proyek perbaikan jalan senilai Rp15 miliar yang disebut-sebut akan dilelang pada Mei 2026, Camat Reteh mengaku masih menunggu kepastian resmi dari pihak terkait di tingkat kabupaten. Hingga saat ini, belum ada informasi detail mengenai mekanisme lelang maupun jadwal pasti pengerjaan proyek tersebut.

Belum adanya kepastian itu membuat masyarakat mulai mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur yang selama ini dinilai sangat mendesak. Warga berharap proyek bernilai miliaran rupiah tersebut tidak berhenti sebatas wacana ataupun janji politik semata.

“Jangan sampai masyarakat hanya menikmati kabar, tapi tidak menikmati jalan yang layak,” ujar salah seorang warga Desa Sanglar dengan nada kecewa.

Keluhan masyarakat bukan tanpa alasan. Selama bertahun-tahun, warga mengaku harus berjibaku dengan kondisi jalan rusak yang setiap musim hujan berubah menjadi kubangan lumpur. Situasi itu dinilai memperlambat aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Masyarakat juga mendesak para pemangku kebijakan, mulai dari anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, DPRD Provinsi Riau hingga DPR RI, agar tidak tutup mata terhadap kondisi infrastruktur di wilayah mereka. Warga meminta para wakil rakyat benar-benar memperjuangkan anggaran dan pengawasan terhadap proyek perbaikan jalan tersebut.

“Kami tidak butuh janji. Buktikan dengan jalan yang bagus dan aman dilalui,” tegas warga lainnya.

Kini masyarakat hanya berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata sebelum kerusakan jalan semakin parah dan memutus akses utama warga Sanglar menuju Kota Baru.

 


Baca Juga