Dari Panggung Sekolah Menuju Layar Lebar: Keyzia Nelminda, Mimpi Besar Putri Benai yang Siap Harumkan Nama Kuansing

BENAI, RIAU (KilasRiau.com) — Di balik hiruk-pikuk aktivitas pendidikan di SMA Negeri 1 Benai, Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, tersimpan banyak cerita tentang lahirnya generasi muda penuh potensi. Di antara deretan siswa berprestasi itu, ada satu nama yang mulai mencuri perhatian. Bukan hanya karena prestasi akademiknya, bukan pula semata karena keaktifannya di organisasi, tetapi karena keberaniannya menaruh mimpi besar di atas panggung seni. Ahad (3/5/2026).

Namanya Keyzia Nelminda.

Siswi kelas XI.3 SMA Negeri 1 Benai ini adalah sosok remaja yang dikenal ceria, penuh semangat, disiplin, dan memiliki karakter kuat. Di usianya yang masih muda, Keyzia sudah berani menuliskan cita-cita besar dalam hidupnya—menjadi seorang aktris layar lebar yang lahir dari tanah Kuantan Singingi.

Sebuah mimpi yang bagi sebagian orang mungkin terdengar tinggi. Namun bagi Keyzia, mimpi bukan sesuatu yang hanya dipandangi dari kejauhan. Mimpi adalah tujuan yang harus diperjuangkan, dijalani, dan didekati sedikit demi sedikit lewat proses panjang.

Putri dari pasangan Muslimin, S.E, yang dikenal masyarakat dengan usaha Imus Ponsel, dan Rosneli Setia Wati itu tumbuh dalam lingkungan keluarga yang selalu memberi dukungan terhadap minat dan bakat anak-anaknya. Sejak usia dini, bakat seni dalam diri Keyzia sebenarnya sudah mulai terlihat.

Ia dikenal berani tampil di depan umum, ekspresif, mudah menghayati karakter, serta memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Apa yang bagi anak-anak lain terasa menegangkan, justru menjadi ruang nyaman bagi dirinya.

Bakat itu terus tumbuh seiring waktu. Memasuki masa SMA, Keyzia menemukan tempat yang tepat untuk mengembangkan potensinya. Di lingkungan SMA Negeri 1 Benai, melalui Sanggar Setampuk Pinang, kemampuan seni perannya semakin diasah. Di sanalah ia belajar tentang karakter, emosi, penghayatan, teknik vokal, gestur tubuh, hingga bagaimana menyampaikan pesan lewat seni pertunjukan.

Bagi Keyzia, teater bukan sekadar tampil dan mendapat tepuk tangan. Teater adalah ruang belajar tentang kehidupan.

Tentang bagaimana memahami orang lain. Tentang bagaimana mengekspresikan rasa. Tentang bagaimana berdiri di depan banyak mata tanpa kehilangan jati diri.

Tak heran, setiap ada kegiatan sekolah, pentas seni, ataupun latihan sanggar, Keyzia hampir selalu terlihat hadir dengan semangat yang sama—datang lebih awal, berlatih lebih lama, dan pulang dengan membawa evaluasi untuk dirinya sendiri.

Satu hal yang membuat Keyzia berbeda adalah konsistensinya.
Ia tidak hanya berbicara soal mimpi, tetapi benar-benar berjalan ke arah mimpi itu.

Saat ini, Keyzia terus mempersiapkan diri untuk bisa meraih prestasi lebih tinggi, khususnya di bidang monolog pada ajang lomba seni siswa tingkat Provinsi Riau.

Baginya, setiap latihan adalah investasi. Setiap kritik adalah pelajaran. Dan setiap kegagalan adalah bagian dari perjalanan menuju keberhasilan.

“Aku ingin membuktikan bahwa anak daerah juga bisa berdiri di panggung besar. Aku ingin suatu hari nanti menjadi aktris layar lebar yang lahir dari Kuansing,” menjadi prinsip yang terus ia tanamkan dalam dirinya.

Namun perjalanan Keyzia tidak hanya bersinar di dunia seni. Di bidang organisasi, ia juga dipercaya mengemban tanggung jawab besar sebagai Bendahara I OSIS SMA Negeri 1 Benai periode 2025/2026. Amanah itu menunjukkan bahwa dirinya bukan hanya kreatif, tetapi juga memiliki kemampuan kepemimpinan, tanggung jawab, dan manajemen yang baik.

Di bidang akademik, prestasinya pun tidak kalah membanggakan.
Keyzia berhasil meraih:
• Juara 3 kelas X semester 1
• Juara 3 kelas X semester 2
• Juara 1 kelas XI semester 1
Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kecintaannya pada dunia seni tidak membuatnya melupakan pendidikan. Justru keduanya berjalan beriringan, saling menguatkan, dan membentuk karakter dirinya menjadi pribadi yang utuh.

Tak hanya itu, Keyzia juga aktif dalam kegiatan baris-berbaris dan protokoler. Ia pernah menjadi Peserta LKBB Komando dari SMA Negeri 1 Benai sebagai perwakilan Kabupaten Kuantan Singingi di SMA Plus Pekanbaru.

Sebuah pengalaman yang tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membangun mental, kedisiplinan, kekompakan, dan rasa percaya diri.

Selain itu, Keyzia juga mendapat kehormatan besar ketika dipercaya menjadi pembawa baki pada upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 tingkat Kecamatan Benai tahun 2025.

Sebuah tugas yang tidak diberikan kepada sembarang orang, melainkan kepada siswa terbaik yang dinilai memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas tinggi.

Tak berhenti di situ, Keyzia juga pernah mengharumkan nama sekolah dalam ajang LKBB 3 Lorong Peranap, dengan raihan juara 2, Costume Terbaik, dan Best Favorit.

Sementara di bidang literasi dan intelektual, ia juga sukses meraih juara 1 lomba Muspus yang digelar oleh UMRI di MAN 1 Teluk Kuantan.

Deretan prestasi itu menunjukkan bahwa Keyzia adalah sosok multitalenta—berprestasi di akademik, organisasi, kedisiplinan, hingga seni pertunjukan.

Meski begitu, bagi Keyzia, semua pencapaian itu bukan garis akhir. Ia sadar, perjalanan masih panjang. Masih banyak panggung yang harus ditaklukkan. Masih banyak karakter yang harus dipelajari. Masih banyak pengalaman yang harus dikumpulkan.

Dan masih ada satu mimpi besar yang terus ia jaga—berdiri di depan kamera, memainkan peran, dan memperkenalkan kepada Indonesia bahwa dari sebuah kecamatan kecil bernama Benai, dari Kabupaten Kuantan Singingi, pernah lahir seorang perempuan muda dengan mimpi besar dan keberanian luar biasa.

Hari ini mungkin ia masih berlatih di ruang kelas, di aula sekolah, atau di panggung sederhana bersama Sanggar Setampuk Pinang.

Namun bukan tidak mungkin, beberapa tahun mendatang, namanya akan terpampang di layar bioskop Indonesia.

Dan ketika hari itu tiba, Kuansing akan tahu—bahwa mimpi besar memang sering lahir dari tempat-tempat sederhana, dari anak-anak muda yang tak pernah lelah berproses.*(ald)


Baca Juga