Kilasriau.com, RETEH – Operasi pencarian terhadap seorang warga yang dilaporkan hilang saat mencari kayu di wilayah Kecamatan Reteh resmi dihentikan pada Kamis (23/04/2026).
Keputusan ini diambil oleh tim SAR gabungan bersama Pemerintah Kecamatan Reteh setelah melalui evaluasi menyeluruh atas hasil pencarian di lapangan selama dua hari terakhir.
Penghentian operasi dilakukan setelah upaya penyisiran intensif di sejumlah titik perairan dan kawasan sekitar lokasi terakhir korban diketahui beraktivitas tidak membuahkan hasil signifikan, selain ditemukannya sampan milik korban dalam kondisi kosong tanpa awak. Penemuan tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam analisis tim di lapangan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga dan aparat setempat, korban diketahui meninggalkan rumah pada 13 April 2026 dengan tujuan mencari kayu, sebagaimana rutinitas yang biasa dilakukannya.
Dalam kesehariannya, korban umumnya hanya berada di lokasi pencarian selama tiga hari sebelum kembali ke rumah. Namun hingga hari keenam sejak keberangkatan, korban tidak kunjung pulang dan tidak dapat dihubungi, sehingga menimbulkan kekhawatiran dari pihak keluarga.
Merasa situasi tidak biasa, keluarga kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang. Laporan resmi selanjutnya diteruskan oleh pihak Kelurahan Pulau Kijang kepada tim SAR pada 21 April 2026 sebagai dasar dilakukannya operasi pencarian.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim SAR gabungan segera melakukan pencarian intensif selama dua hari dengan metode penyisiran darat dan perairan di sekitar lokasi yang diduga menjadi area aktivitas korban. Dalam proses tersebut, tim menemukan sampan milik korban di perairan setempat tanpa adanya tanda-tanda keberadaan korban.
Berdasarkan hasil pencarian, kondisi lapangan, serta pertimbangan teknis dan keselamatan personel, tim SAR bersama Pemerintah Kecamatan Reteh memutuskan untuk menghentikan operasi pencarian skala besar.
Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan efektivitas pencarian yang telah dilakukan secara maksimal serta tidak ditemukannya perkembangan signifikan selama operasi berlangsung.
Pemerintah Kecamatan Reteh menyampaikan rasa prihatin dan simpati mendalam kepada keluarga korban atas peristiwa yang terjadi. Meski operasi resmi telah dihentikan, kewaspadaan tetap ditingkatkan.
Masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar perairan dan lokasi penemuan sampan, diimbau untuk tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan tanda-tanda atau petunjuk yang berkaitan dengan keberadaan korban.
Pihak keluarga korban juga telah menerima penjelasan langsung dari tim SAR dan pemerintah setempat terkait prosedur, hasil pencarian, serta alasan penghentian operasi.
Posko Informasi Pemerintah Kecamatan Reteh Update Terakhir: 23 April 2026
Camat Reteh menyampaikan bahwa keputusan penghentian operasi telah melalui pertimbangan matang di lapangan.
“Kami bersama tim SAR gabungan telah melakukan pencarian secara maksimal selama dua hari dengan menyisir sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi aktivitas korban. Namun hingga saat ini, hasil yang diperoleh baru sebatas penemuan sampan korban tanpa awak. Berdasarkan evaluasi teknis, operasi pencarian skala besar untuk sementara dihentikan,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa penghentian operasi bukan berarti upaya pencarian sepenuhnya berakhir.
“Kami tetap membuka ruang informasi dari masyarakat. Jika ada temuan atau petunjuk baru, tentu akan segera ditindaklanjuti. Peran masyarakat sangat kami harapkan dalam situasi ini,” tambahnya.
Perwakilan tim SAR gabungan turut menjelaskan kondisi di lapangan selama proses pencarian berlangsung.
“Tim telah melakukan penyisiran baik melalui jalur perairan maupun darat dengan mempertimbangkan titik terakhir aktivitas korban. Kondisi arus dan lingkungan menjadi salah satu faktor yang turut mempengaruhi proses pencarian,” jelasnya.
Sementara itu, pihak keluarga korban menyampaikan harapan agar pencarian tetap mendapat perhatian.
“Kami berharap jika ada warga yang menemukan tanda-tanda keberadaan keluarga kami, bisa segera memberikan informasi. Kami masih berharap ada kejelasan,” ungkap perwakilan keluarga dengan nada haru.