Kilasriau.com – Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Bom, Kelurahan Pulau Kijang, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Rabu (8/4/2026).
Peristiwa tersebut menghanguskan ratusan rumah warga di pusat aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
Berdasarkan data sementara hasil pendataan di lapangan, total sebanyak 108 rumah terdampak kebakaran. Rinciannya, di Jalan Pahlawan terdapat 19 rumah yang terbakar, ditambah 9 rumah mengalami rusak berat dan 19 rumah rusak ringan yang sengaja dibongkar untuk memutus penyebaran api. Sementara itu, di Jalan Tengah tercatat 35 rumah terbakar, dan di Jalan Tepi Laut sebanyak 27 rumah turut hangus dilalap si jago merah.
Data tersebut diperoleh dari hasil peninjauan langsung bersama Pelaksana Harian (Plh) Camat Reteh, Siti Sulastri Kusumawati, S.Sos., M.Si., yang didampingi Kapolsek, perangkat RT/RW, sejumlah lurah termasuk Lurah Madani, Kasi Trantib, serta anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Sukamto. Informasi juga dihimpun langsung dari ketua RT setempat.

Siti Sulastri Kusumawati mengatakan, pihaknya bersama unsur terkait langsung turun ke lokasi untuk memastikan kondisi warga serta melakukan pendataan dampak kebakaran secara menyeluruh.
“Kami bersama Kapolsek, perangkat RT/RW, lurah, serta pihak terkait lainnya langsung melakukan peninjauan dan pendataan di lapangan. Dari hasil sementara, tercatat 108 rumah terdampak, baik yang terbakar maupun yang sengaja dibongkar untuk memutus penyebaran api. Saat ini kami masih terus memperbarui data agar penanganan bisa dilakukan secara maksimal,” ujarnya.
Ia menambahkan, langkah pembongkaran sejumlah rumah dilakukan sebagai upaya darurat untuk menghentikan laju api yang terus membesar.
“Beberapa rumah terpaksa dibongkar, baik rusak berat maupun ringan, demi memutus jalur api. Ini merupakan langkah darurat yang harus diambil agar kebakaran tidak semakin meluas ke permukiman lain yang lebih padat,” jelasnya.
Sementara itu, salah satu ketua RT setempat menyebutkan bahwa api dengan cepat membesar karena kondisi bangunan yang didominasi material mudah terbakar.

“Api cepat sekali membesar, mungkin karena bangunan di sini kebanyakan dari kayu. Dalam waktu singkat api sudah merembet ke banyak rumah. Warga sempat berusaha memadamkan dengan alat seadanya, tapi tidak mampu karena api terlalu besar,” ungkapnya.
Kobaran api yang besar juga membuat proses pemadaman awal mengalami kendala. Asap tebal dan kondisi bangunan yang rapat memperparah situasi di lapangan. Warga terlihat panik dan berusaha menyelamatkan barang-barang yang masih bisa diselamatkan.
Upaya pemadaman melibatkan tim pemadam kebakaran dari Kabupaten Indragiri Hilir serta bantuan dari Kuala Enok.
Hingga saat ini, petugas masih melakukan proses pemadaman lanjutan dan pendinginan di lokasi kebakaran untuk mencegah munculnya titik api baru.
“Petugas pemadam dari kabupaten dan Kuala Enok sudah turun membantu. Saat ini fokus kita tidak hanya memadamkan, tetapi juga melakukan pendinginan agar tidak ada lagi titik api yang muncul kembali,” tambah Siti.
Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai sekitar Rp4 miliar. Kebakaran ini juga berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, mengingat lokasi yang terbakar merupakan kawasan pasar yang menjadi pusat perdagangan warga.
Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Sukamto, yang turut berada di lokasi, menyampaikan keprihatinannya atas musibah tersebut.
“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah cepat, baik dalam penanganan darurat maupun bantuan bagi masyarakat yang terdampak. Ini musibah besar dan membutuhkan perhatian serius semua pihak,” ujarnya.
Masyarakat berharap api segera sepenuhnya dapat dikendalikan agar tidak kembali merembet ke bangunan lain di kawasan padat tersebut.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius akan tingginya risiko kebakaran di kawasan padat penduduk, khususnya di wilayah pusat perdagangan dengan konstruksi bangunan yang rentan terbakar.