Bukan Bergizi Tapi Bikin Ngeri? Ayam MBG di SD 11 Tualang Diduga Dipenuhi Telur Lalat, Berlendir dan Berbau

Siak, Kilasriau.com Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang menjadi solusi pemenuhan gizi bagi pelajar justru memicu kegaduhan di Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Seorang wali murid Sekolah Dasar (SD) 11 Tualang mengaku menemukan kondisi mencurigakan pada menu ayam ungkep bumbu kuning yang dibawa pulang anaknya dari sekolah.

Ayam ungkep yang diterima siswa itu diduga dipenuhi telur lalat, berlendir dan mengeluarkan aroma tak sedap. Temuan tersebut sontak membuat orang tua siswa terkejut setelah foto makanan itu beredar di salah satu grup WhatsApp para wali murid.

Tak hanya pada ayam ungkep bumbu kuning, wali murid tersebut juga mengaku menemukan dugaan adanya ulat pada buah salak yang dibungkus plastik dan diberikan kepada siswa sebagai bagian dari paket makanan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan makanan yang diduga bermasalah itu berasal dari Dapur SPPG Aneka Kuliner Nusantara (AKN) yang menyalurkan makanan dalam program MBG di wilayah Tualang.

Temuan tersebut diketahui saat wali murid hendak mengolah kembali ayam ungkep yang dibawa pulang anaknya dari sekolah. Namun saat membuka kemasan makanan itu, ia mengaku langsung terkejut melihat kondisi ayam yang diduga tidak layak konsumsi.

“Untuk bunda-bunda sebelum di goreng jangan lupa di cek dulu ya,” kata wali murid KH sembari memposting foto ayam ungkep yang dipenuhi telur lalat tersebut ke salah satu Whatsapp Grup, Jumat (13/3/2026).

Tidak hanya itu, ayam yang rencananya akan ia goreng ternyata mengeluarkan lendir serta aroma yang tidak sedap.

Saat dikonfirmasi awak media, wali murid tersebut mengatakan makanan itu dibawa pulang oleh anaknya setelah menerima paket MBG di sekolah.

Ia pun mengingatkan para orang tua agar tidak langsung memberikan makanan bantuan tersebut tanpa memeriksa kondisinya terlebih dahulu.
“Kalau kita sebagai orang tua gak teliti kita bisa sakit perut anak kita konsumsi itu,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa temuan tersebut telah disampaikan kepada pihak sekolah. Bahkan menurutnya sempat terjadi perdebatan terkait persoalan itu. “Kita sudah beri tahu ke pihak sekolah, sempat ribut kemaren bang,” ujarnya.

Pihak sekolah pun membenarkan adanya laporan dari wali murid tersebut. PIC sekolah SD 11 Kecamatan Tualang, Ika, mengatakan pihaknya telah meneruskan laporan tersebut kepada pihak dapur penyedia makanan.

“Kita sudah sampaikan ke pihak SPPG yaitu Dapur AKN melalui Aslapnya Wira. Kata dia, anggota dewan sama korwil ke dapurnya,” jelas Ika kepada awak media, Sabtu (14/3/2026).

Namun, Asisten Lapangan Dapur SPPG Aneka Kuliner Nusantara, Wira, membantah bahwa temuan tersebut berasal dari dapur yang mereka kelola. “sudah di konfirmasi juga oleh korwil, itu bukan SPPG AKN,” jelasnya.

Sementara itu, Korwil BGN Kabupaten Siak, Lisa Wahari, mengaku hingga kini belum menerima laporan resmi terkait temuan tersebut dan berjanji akan melakukan pengecekan.
“untuk sampai saat ini, saya belum mendapatkan info, tapi nanti saya akan Kroscek langsung ke dapur,” pungkasnya.

Temuan ini memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat, khususnya para orang tua siswa. Program yang seharusnya menjamin asupan gizi anak sekolah kini justru menimbulkan pertanyaan mengenai pengawasan kualitas makanan sebelum sampai ke tangan para pelajar.

Sejumlah orang tua berharap ada penelusuran menyeluruh dari pihak terkait agar kualitas makanan dalam program MBG benar-benar terjamin dan tidak menimbulkan risiko bagi kesehatan anak-anak.


Baca Juga