KUANTAN SINGINGI, RIAU (KilasRiau.com) – Keluarga besar Jari Jari Suci Indonesia (JJSI) menggelar buka puasa bersama sebagai bagian dari upaya memperkuat silaturahmi dan meneguhkan nilai persaudaraan di internal perguruan. Kegiatan tersebut berlangsung di kediaman guru besar JJSI, Hariyanto, di Desa Sungai Langsat, Kecamatan Pangean, Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, Selasa (3/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana sederhana dan penuh kekeluargaan itu dihadiri jajaran pengurus, pelatih, anggota, serta keluarga besar JJSI dari berbagai wilayah. Sejak sore hari, peserta mulai berdatangan dan disambut langsung oleh tuan rumah serta pengurus perguruan.
Buka puasa bersama dilaksanakan secara lesehan, tanpa sekat jabatan maupun tingkatan dalam perguruan. Pola tersebut dinilai mencerminkan filosofi JJSI yang menjunjung tinggi kesetaraan, kebersamaan, dan rasa saling menghormati antar anggota.
Guru besar Hariyanto menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum penting untuk memperkuat dimensi spiritual dan sosial dalam tubuh perguruan.
“JJSI tidak hanya mengajarkan bela diri, tetapi juga menanamkan adab, etika, dan nilai persaudaraan. Kegiatan seperti ini penting untuk menjaga ruh kekeluargaan agar tidak luntur oleh perkembangan zaman,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran senior dalam memberi teladan kepada generasi muda, baik dalam sikap, disiplin, maupun kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Sementara itu, Ketua JJSI Sabarudin menilai buka puasa bersama ini sebagai bagian dari pembinaan karakter yang selama ini menjadi fondasi utama perguruan.
“Soliditas organisasi tidak hanya dibangun melalui latihan fisik, tetapi juga lewat kebersamaan dan komunikasi yang sehat. Ramadan menjadi ruang refleksi agar seluruh keluarga besar JJSI tetap berada pada jalur persaudaraan, disiplin, dan pengabdian,” kata Sabarudin.
Menurutnya, JJSI berkomitmen menjaga keseimbangan antara kekuatan fisik, mental, dan spiritual. Hal tersebut dinilai penting agar anggota perguruan tidak hanya tangguh dalam latihan, tetapi juga mampu menjadi teladan di lingkungan sosialnya.
Usai berbuka puasa, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang sesepuh perguruan. Doa dipanjatkan untuk keselamatan, kesehatan, serta keberlanjutan JJSI agar terus memberi kontribusi positif bagi pembinaan generasi muda dan kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan kemudian ditutup dengan ramah tamah dan diskusi santai antar anggota. Suasana hangat yang terbangun menunjukkan kuatnya ikatan emosional di internal JJSI, sekaligus menegaskan bahwa perguruan tersebut tidak hanya menjadi wadah latihan bela diri, tetapi juga ruang pembentukan nilai dan kebersamaan.

Ke depan, JJSI berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai sarana mempererat silaturahmi, menjaga kekompakan organisasi, dan memperkuat peran perguruan dalam pembinaan karakter bangsa.*(ald)