KUANTAN TENGAH (KilasRiau.com) — Bulan suci Ramadhan kembali menghadirkan ruang perjumpaan yang sarat makna. Di tengah dinamika tugas dan tanggung jawab pemerintahan, Keluarga Besar Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah menggelar kegiatan buka puasa bersama sebagai upaya mempererat silaturahmi, menciptakan keharmonisan, serta meneguhkan nilai-nilai kekeluargaan di lingkungan kerja, Rabu (25/2/2026).

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan ini dihadiri secara lengkap oleh seluruh elemen Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah, mulai dari unsur pimpinan, aparatur sipil negara, hingga staf pendukung. Kehadiran tersebut semakin bermakna dengan turut sertanya tiga elemen kelurahan yang ada di wilayah kecamatan, yakni Kelurahan Sungai Jering, Kelurahan Simpang Tiga, dan Kelurahan Pasar Taluk.
Momentum Ramadhan ini dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat hubungan antar elemen pemerintahan lintas wilayah. Tidak ada sekat jabatan maupun batas administratif; seluruh peserta duduk sejajar dalam satu suasana kebersamaan yang sederhana namun penuh makna.
Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, dalam sambutannya menegaskan bahwa keharmonisan internal merupakan fondasi penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang sehat dan berorientasi pada pelayanan publik.
“Ramadhan mengajarkan kita untuk menata kembali hubungan, bukan hanya dengan Tuhan, tetapi juga dengan sesama. Melalui buka puasa bersama ini, kita ingin menumbuhkan rasa kekeluargaan, saling memahami, dan memperkuat kebersamaan agar tercipta suasana kerja yang harmonis,” ujarnya.
Menurutnya, iklim kerja yang dilandasi rasa kebersamaan dan saling menghargai akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepada masyarakat. Aparatur yang solid dan harmonis diyakini mampu melahirkan kebijakan yang lebih bijak, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Hal senada disampaikan Lurah Pasar Taluk, Nofrion, yang menilai kegiatan buka puasa bersama ini sebagai ruang penting untuk memperkuat komunikasi dan sinergi antaraparat pemerintahan di tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Momentum seperti ini sangat berharga. Kebersamaan di bulan Ramadhan membuat komunikasi menjadi lebih cair, rasa kekeluargaan semakin kuat, dan koordinasi dalam melayani masyarakat bisa berjalan lebih baik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keharmonisan internal aparatur merupakan modal sosial yang tidak ternilai. Dengan hubungan kerja yang solid dan dilandasi semangat kebersamaan, setiap program pemerintahan akan lebih mudah dijalankan secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Suasana keakraban semakin terasa menjelang waktu berbuka. Percakapan ringan, senyum tulus, dan kebersamaan yang terbangun secara alami mencerminkan bahwa Ramadhan bukan sekadar tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang menumbuhkan empati dan memperkuat ikatan antar manusia.
Saat azan Magrib berkumandang, seluruh hadirin bersama-sama menunaikan doa dan berbuka puasa dalam suasana khidmat. Momen tersebut menjadi simbol persatuan dan pengingat bahwa di balik perbedaan tugas dan peran, seluruh aparatur pemerintahan terikat dalam satu tujuan bersama: mengabdi dan melayani masyarakat.
Kegiatan buka puasa bersama ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, melainkan terus menjadi ruang refleksi kolektif bagi aparatur pemerintahan untuk menjaga keharmonisan, memperkuat kekeluargaan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan dalam setiap langkah pengabdian.

Ramadhan, pada akhirnya, kembali mengajarkan makna paling sederhana namun mendalam: bahwa pemerintahan yang kuat tidak hanya dibangun oleh sistem dan regulasi, tetapi juga oleh hati yang saling terhubung. Dari Kuantan Tengah, pesan itu mengalir—harmoni adalah kekuatan, dan kekeluargaan adalah pondasi pelayanan yang berkeadaban.*(ald)