Dorong Pelajar Melek Informasi, Camat Kuantan Tengah Jadikan Literasi Digital Agenda Kebijakan

KUANTAN TENGAH (KilasRiau.com) – Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah mulai menegaskan arah kebijakan pembinaan generasi muda di bidang literasi digital. Hal tersebut ditandai dengan digelarnya Pelatihan Jurnalistik dan Konten Kreator bagi siswa SMP dan SMA sederajat se-Kecamatan Kuantan Tengah, hasil kolaborasi Forum Literasi Kuansing (FOLIKU) dan Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026 ini dipusatkan di Aula Kantor Camat Kuantan Tengah. Pelatihan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga 16.00 WIB dan ditutup dengan agenda buka puasa bersama sebagai bagian dari penguatan silaturahmi dan nilai kebersamaan.

Hingga sore ini, Selasa (24/2/2026), panitia mencatat jumlah pendaftar yang berasal dari berbagai sekolah jenjang SMP sederajat dan SMA sederajat di Kecamatan Kuantan Tengah telah mencapai puluhan peserta. Para peserta merupakan perwakilan siswa dari sekolah masing-masing yang disiapkan sebagai agen literasi di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

Camat Kuantan Tengah sekaligus Dewan Pembina FOLIKU, Eka Putra, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa pelatihan jurnalistik dan literasi digital tidak lagi dipandang sebagai kegiatan seremonial, melainkan bagian dari arah kebijakan pembinaan sumber daya manusia di tingkat kecamatan.

“Kami berkomitmen untuk menggelar pelatihan seperti ini setiap tahunnya. Literasi harus dipahami lebih luas, bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi kompetensi mendalam untuk memahami, menganalisis, merefleksikan, serta menggunakan informasi secara kritis, kreatif, dan komunikatif,” tegas Eka Putra.

Menurutnya, derasnya arus informasi di ruang digital menuntut pemerintah hadir sejak dini untuk membekali pelajar dengan kemampuan menyaring informasi, menangkal hoaks, serta memproduksi konten yang edukatif dan bertanggung jawab.

“Jika tidak dibekali sejak sekarang, anak-anak kita hanya akan menjadi konsumen informasi. Padahal, mereka harus kita dorong menjadi produsen informasi yang sehat dan mencerdaskan,” tambahnya.

Ketua FOLIKU, Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd., menyambut baik komitmen kebijakan yang disampaikan Camat Kuantan Tengah. Ia menilai sinergi antara komunitas literasi dan pemerintah menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.

“Ketika pemerintah menjadikan literasi sebagai agenda kebijakan, maka gerakan ini tidak akan berhenti pada satu kegiatan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kualitas generasi muda,” ujarnya.

Panitia pelaksana kegiatan, Aldian Syahmubara, menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti pelatihan merupakan siswa-siswa terpilih dari sekolah masing-masing.

“Mereka diproyeksikan menjadi duta literasi di sekolahnya. Harapannya, ilmu jurnalistik dan konten kreator yang diperoleh tidak berhenti pada individu, tetapi ditularkan kepada teman sebaya dan lingkungan sekolah,” jelas Aldian.

Ia menambahkan, pelatihan ini dirancang tidak hanya menekankan aspek teknis, tetapi juga membangun kesadaran etis dalam mengelola informasi di ruang digital.

Selama satu hari penuh, peserta mendapatkan pembekalan teknik dasar penulisan berita, pengenalan etika jurnalistik, serta strategi produksi konten kreatif yang bertanggung jawab di media sosial. 

Metode pelatihan dikemas secara interaktif melalui diskusi dan praktik langsung.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada perwakilan peserta dan piagam oleh Camat Kuantan Tengah didampingi Ketua FOLIKU, sesi foto bersama, serta buka puasa bersama dalam suasana kekeluargaan.

Sekolah yang telah mendaftarkan peserta dalam kegiatan ini meliputi:

Jenjang SMP/MTs:
SMP Negeri 2 Teluk Kuantan (3 peserta), SMP Negeri 3 Teluk Kuantan (2 peserta), SMP Negeri 7 Teluk Kuantan (2 peserta), SMP Negeri 1 Teluk Kuantan (3 peserta), SMP Negeri 6 Teluk Kuantan (4 peserta), SMP Negeri 5 Teluk Kuantan (3 peserta), SMP Negeri 4 Teluk Kuantan (3 peserta), serta SMP Islam Aqzia Teluk Kuantan (3 peserta).

Jenjang SMA/SMK/MA:
SMK Negeri 2 Teluk Kuantan (4 peserta), SMA Negeri Pintar Provinsi Riau (2 peserta), SMA Taruna Muhammadiyah (2 peserta), dan SMK Negeri 1 Teluk Kuantan (3 peserta).

Dengan penguatan kebijakan ini, Pemerintah Kecamatan Kuantan Tengah berharap pelatihan jurnalistik dan literasi digital dapat menjadi instrumen strategis dalam membentuk generasi muda yang kritis, adaptif, dan bertanggung jawab di tengah tantangan era informasi.*(ald)


Baca Juga