Taruna Parade of Excellence Competition I: Menegakkan Disiplin, Merawat Seni, Menumbuhkan Karakter Bangsa

KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) — Halaman SMP Muhammadiyah Unggulan Teluk Kuantan (SMP MUTU) / Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Teluk Kuantan berubah menjadi panggung pembinaan karakter. Di sanalah Taruna Parade of Excellence Competition I digelar oleh SMA Taruna Muhammadiyah Riau, mempertemukan pelajar SMP dan MTs se-Kabupaten Kuantan Singingi dalam lomba Paduan Suara dan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Sabtu pagi, 7 Februari 2026.

Kegiatan diawali dengan lantunan Indonesia Raya yang menggema khidmat. Setiap nada dan sikap tegap para peserta seakan menyampaikan pesan sederhana namun mendalam: bahwa disiplin, seni, dan cinta tanah air tumbuh dari latihan yang panjang dan niat yang tulus.

Ketua Panitia, Dimas Suprapto, M.Kom, dalam laporannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh sekolah peserta serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini. Ia menegaskan filosofi yang menjadi ruh kompetisi, “Karya lebih baik daripada gaya, dan prestasi lebih unggul daripada gengsi.”

Kompetisi ini diikuti oleh 7 sekolah pada cabang lomba paduan suara dan 13 sekolah pada cabang lomba PBB, mencerminkan antusiasme tinggi sekolah-sekolah SMP/MTs di Kuantan Singingi terhadap pembinaan karakter berbasis disiplin dan seni.

Pembukaan lomba secara resmi disampaikan oleh Asisten II Muhjelan Arwan, S.H., M.H, selaku Kepala Kesbangpol Kabupaten Kuantan Singingi. Dalam arahannya, ia menyampaikan kebanggaan dan apresiasi atas terlaksananya kegiatan yang dinilainya sarat nilai pendidikan karakter.

Menurut Muhjelan, pembentukan karakter peserta didik harus terus dibina melalui kegiatan nyata yang menanamkan nilai akhlak, moral, dan wawasan kebangsaan.

“Negara ini berdiri di atas ideologi Pancasila. Melalui lomba PBB dan paduan suara, disiplin, karakter, dan cinta tanah air ditanamkan secara langsung kepada generasi muda,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peran program Paskibraka sebagai wahana pembentukan karakter kebangsaan, serta kemampuan intelegensi pelajar Kuantan Singingi yang telah menembus lima besar tingkat nasional dalam wawasan kebangsaan.

Sementara itu, Dr. Ahdanan Saleh, M.Pd., Kepala SMA Taruna Muhammadiyah Riau, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran karakter yang berkelanjutan.

“Kami berharap nilai disiplin, akhlak mulia, kesantunan, serta jiwa seni dan musikalitas yang dibangun melalui lomba ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari peserta didik,” ungkapnya.

Untuk menjaga kualitas dan objektivitas penilaian, panitia menghadirkan dewan juri yang kompeten di bidangnya. Dewan Juri Lomba Paduan Suara terdiri dari Ronaldo Rozalino, S.Sn., M.Pd, Ketua Lembaga Seni Budaya PD Muhammadiyah Kuantan Singingi sekaligus Guru Seni Budaya SMAN 1 Sentajo Raya, serta Pispian Rahman, M.Pd, Ketua MGMP Seni Budaya SMA Kabupaten Kuantan Singingi.

Sementara itu, Dewan Juri Lomba Peraturan Baris Berbaris (PBB) melibatkan unsur TNI dan Purna Paskibraka Indonesia, yakni Serka Aidil Fitri, Serda Parman Edi, keduanya Babinsa Koramil 02/KT Kodim 0302/Inhu, serta Ahrif Ramadhan, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Tahun 2017. Kehadiran mereka mempertegas nilai disiplin, keteladanan, dan wawasan kebangsaan dalam setiap penilaian.

Dewan juri mengapresiasi pelaksanaan kegiatan perdana ini. Menurut Ronaldo Rozalino, seni memiliki peran penting dalam membentuk kehalusan budi dan keseimbangan jiwa peserta didik.

“Seni menjadi penyeimbang fisik, kecerdasan emosional, dan spiritual—membangun IQ, EQ, dan SQ secara harmonis,” ujarnya.

Kegiatan Taruna Parade of Excellence Competition I pun berlangsung sukses berkat dukungan seluruh pihak. Dr. Ahdanan Saleh menyampaikan terima kasih kepada para guru, tenaga tata usaha, serta seluruh keluarga besar SMA Taruna Muhammadiyah Riau, SMP MUTU, dan MIM Teluk Kuantan yang telah bekerja bersama demi terselenggaranya kegiatan ini.

“Semoga ikhtiar ini menjadi ladang amal jariyah dan bernilai kebaikan hingga akhirat kelak,” tuturnya lirih.

Ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan ikhtiar menanamkan nilai disiplin, seni, dan kebangsaan—agar generasi muda tumbuh tidak hanya cerdas berpikir, tetapi juga luhur dalam karakter.*(ald)


Baca Juga