KUANTAN SINGINGI (KilasRiau.com) — Subuh selalu memiliki bahasa sendiri. Ia datang perlahan, mengetuk hati yang bersedia terjaga. Dalam suasana pagi yang masih diselimuti hening, Gerakan Sholat Subuh Berjamaah (GSSB) Provinsi Riau ke-276 kembali digelar, Sabtu (7/2/2026), bertempat di Masjid Al Furqon, kelurahan Sungai Jering, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau.

Sebanyak 30 jamaah tim provinsi hadir dalam giat itu, terdiri dari berbagai latar belakang, profesi, dan peran sosial. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama: memenuhi panggilan Ilahi, menyatukan niat dalam shaf-shaf yang lurus, serta menghidupkan subuh dengan berjamaah—sebuah ibadah yang sering terasa berat, namun menyimpan keutamaan besar.
Sholat subuh berjamaah berlangsung khusyuk. Keheningan pagi seakan menjadi saksi, bahwa di tengah hiruk pikuk dunia, masih ada hati-hati yang memilih tunduk dan bersujud.
Usai sholat, kegiatan dilanjutkan dengan santapan rohani yang menyejukkan jiwa. Tausiyah ini menjadi ruang perenungan, sekaligus penguat langkah bagi jamaah dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Giat keagamaan tersebut turut dihadiri Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, dr. Fahdiansyah, S.PoG, yang hadir mewakili Bupati Kuantan Singingi Dr. H. Suhardiman Amby, Ak., MM. Ia didampingi Camat Kuantan Tengah Eka Putra, S.Sos., M.Si, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap gerakan spiritual yang mengakar di tengah masyarakat.
Hadir pula Kapolres Kuantan Singingi AKBP Hidayat Perdana, S.H., S.I.K., M.H, Danramil 02/KT Kapten Inf Jefri Sihombing yang diwakili Babinsa Sungai Jering Koptu Indra Eka Putra, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Kuantan Singingi Dr. H. Bakhtiar Saleh, MA, para tokoh agama, tokoh masyarakat, Sardiyono, Lurah Sungai Jering, diwakili Kepala Lingkungan II Kelurahan Sungai Jering, Mawardi, serta undangan lainnya.

Kehadiran lintas unsur ini memperlihatkan bahwa GSSB bukan sekadar agenda keagamaan, tetapi juga wadah mempererat silaturahmi, menyatukan nilai spiritual dengan tanggung jawab sosial dan kebangsaan.
Santapan rohani disampaikan oleh KH. Husni Domo, yang dikenal sebagai dai dengan gaya tutur sejuk dan penuh makna. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa Gerakan Sholat Subuh Berjamaah merupakan bagian dari dakwah lintas daerah dan lintas provinsi yang terus digelorakan untuk membangkitkan kesadaran umat Islam.

Menurutnya, sholat subuh berjamaah bukan hanya soal ibadah personal, melainkan simbol kebangkitan umat.
“Giat ini adalah dakwah yang mengajak umat untuk kembali bersemangat dalam menunaikan sholat, khususnya sholat subuh. Jika subuh kita hidup, maka kehidupan umat pun akan ikut hidup,” ujar KH. Husni Domo.
Ia menekankan pentingnya menjadikan sholat sebagai fondasi kehidupan, sumber kekuatan batin, dan benteng moral di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

Ceramah tersebut mengalir lirih namun menghunjam, mengajak jamaah untuk tidak sekadar hadir secara fisik, tetapi juga menghadirkan hati dalam setiap sujud dan doa.
Usai santapan rohani, kegiatan ditutup dengan doa bersama. Tangan-tangan terangkat, harap dan pinta dipanjatkan: untuk keberkahan daerah, keselamatan bangsa, serta keteguhan iman umat Islam.
Kebersamaan kemudian berlanjut dalam santap pagi bersama. Hidangan sederhana, namun sarat makna kebersamaan, menjadi penutup rangkaian kegiatan GSSB ke-276 Provinsi Riau.

Pagi itu, Masjid Al Furqon bukan sekadar tempat ibadah. Ia menjadi titik temu harapan, tempat cahaya subuh disemai, dan pengingat bahwa perubahan besar kerap berawal dari langkah-langkah kecil—dari bangun lebih awal, dari shaf yang dirapatkan, dan dari doa yang dipanjatkan bersama.*(ald)