Kilasriau.com, Surabaya - Bea Cukai Tanjung Perak perkuat literasi kepabeanan dan cukai di kalangan akademisi melalui rangkaian kegiatan edukasi yang menyasar mahasiswa perguruan tinggi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan kepabeanan dan ekspor-impor di Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) serta kunjungan akademisi Universitas Syarifuddin Lumajang (Unisya) ke Kantor Bea Cukai Tanjung Perak.
Kegiatan pertama berlangsung di Kampus Randuagung UM Gresik pada Selasa (13/01). Pelatihan ini diikuti sekitar 80 peserta yang terdiri dari mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta masyarakat umum.
Materi pelatihan mengupas regulasi kepabeanan, prosedur ekspor-impor, serta peran Bea Cukai dalam mendukung kelancaran arus perdagangan.
Sebelumnya, sosialisasi kepabeanan juga dilakukan melalui kunjungan akademisi Universitas Syarifuddin Lumajang ke Kantor Bea Cukai Tanjung Perak pada Senin (12/10).
Rombongan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unisya disambut langsung oleh jajaran Bea Cukai sebagai bagian dari program edukasi langsung di lingkungan kerja otoritas kepabeanan.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Tanjung Perak, Navy Zawariq menjelaskan, dalam kegiatan mahasiswa mendapat beberapa pemaparan mengenai tugas dan fungsi Bea Cukai, seperti prosedur ekspor-impor, wilayah pengawasan, serta edukasi kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan Bea Cukai.
“Kunjungan lapangan memberikan nilai tambah tersendiri. Para mahasiswa dapat melihat bagaimana regulasi diterapkan secara nyata, mulai dari pengawasan ekspor-impor hingga pelayanan kepada pengguna jasa,” ungkapnya.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, Bea Cukai Tanjung Perak berharap sosialisasi kepabeanan dan cukai kepada kalangan mahasiswa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak perguruan tinggi.
Bea Cukai terbuka untuk berkolaborasi dengan institusi pendidikan sebagai bagian dari komitmen menciptakan generasi muda yang sadar aturan, berintegritas, dan siap bersaing di era perdagangan global.