Dengarkan Keluhan Warga saat Reses Masa Sidang 2025, Edy Indra Kesuma Siap Kawal Usulan Pembangunan Kampung Bantalan

KILASRIAU.com – Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Edy Indra Kesuma, melaksanakan kegiatan reses di salah satu rumah warga di Kampung Bantalan, Kelurahan Sungai Perak, Kecamatan Tembilahan, Senin (1/12/2025).

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan berbagai aspirasi terkait pembangunan, pelayanan publik, serta peningkatan fasilitas ekonomi dan infrastruktur.

Rukun Tetangga setempat, Hasan, mengapresiasi kehadiran Edy Indra Kesuma yang dinilai penting untuk melihat langsung kondisi wilayah mereka.

“Terima kasih sudah datang dan melihat kondisi kami. Semoga kedatangan ini membawa perubahan bagi Kampung Bantalan,” ujarnya.

Edy Indra Kesuma menjelaskan bahwa reses merupakan amanah pemerintah untuk menjalin silaturahmi sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat secara langsung.

“Saya datang ke sini untuk melaksanakan tugas menyerap aspirasi masyarakat. Ini penting untuk memajukan kampung halaman, khususnya Kampung Bantalan,” ungkapnya.

Edy yang kini duduk di Komisi IV DPRD Inhil menyampaikan bahwa komisinya membidangi sektor kesehatan, sosial, dan pendidikan. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat tidak kesulitan mengakses layanan kesehatan.

“Apapun penyakitnya, jika datang ke rumah sakit tidak boleh ada yang ditolak. Jika ada warga yang dipersulit, hubungi saya. HP saya 24 jam hidup,” tegasnya.

Dalam dialog bersama warga, Edy turut membagikan kisah perjalanan hidupnya, yang dimulai dari kegiatan sosial sejak 2011, termasuk membantu warga kurang mampu dan pasien yang menghadapi kendala birokrasi.

Ia pertama kali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD pada 2019 namun belum berhasil. Pada Pemilu 2024, ia kembali maju dan terpilih.

“Pengalaman hidup mengajarkan saya untuk tidak menadah tangan. Saya ingin memberi dan membantu. Di dalam sistem pemerintahan, ruang itu jadi lebih luas,” kata Edy.

Ia menegaskan bahwa anggota DPRD adalah fasilitator yang menjembatani masyarakat dengan pemerintah daerah.

“Keputusan ada pada pemerintah daerah. Namun apa yang bisa kami perjuangkan, pasti akan kami perjuangkan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Edy juga memaparkan situasi keuangan daerah. Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Inhil tengah mengalami defisit sekitar Rp316 miliar, sehingga beberapa program mengalami penyesuaian.

Ia mengungkapkan dana aspirasi DPRD Inhil pada 2026 hanya sekitar Rp400 juta setelah terjadi pemotongan dari pemerintah pusat. Terkait rencana pinjaman daerah sebesar Rp200 miliar, Edy menyebut kebijakan tersebut masih dalam proses kajian.

Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan dengan tertib membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Dalam sesi dialog, sejumlah warga menyampaikan aspirasi, antara lain

Arbain, Ketua Masjid Raitul Jannah, meminta dukungan pembangunan masjid yang sudah lima tahun belum mendapat bantuan, meski proposal telah beberapa kali diajukan dan lokasi telah disurvei.

Bambang, perwakilan SDN 027 Kampung Bantalan, meminta perbaikan lapangan sekolah berukuran 40x40 meter yang kerap terendam banjir serta rehabilitasi total bangunan sekolah yang dinilai sudah rusak.

Ia juga meminta perhatian terhadap sektor pertanian dan bantuan bagi para petani.

Iyus mengusulkan pengadaan tenda atau terpal ukuran 10×10 untuk kegiatan ibu-ibu, serta peralatan seni seperti gendang habsyi dan pengeras suara.

Warga lainnya meminta perhatian terhadap jembatan pintasan sepanjang 20 meter dengan lebar 1,5 meter yang menjadi satu-satunya akses penghubung.

Menanggapi hal tersebut, Edy menyatakan akan menindaklanjuti seluruh usulan dengan melakukan pengecekan ke dinas terkait.

“Kita akan cek apakah barang atau program tersebut ada di daftar usulan. Jika ada, kami siap mengawal sampai terealisasi. Kita juga akan berkoordinasi dengan PU dan Kesra,” ucapnya.

Untuk permintaan ibu-ibu, Edy menyatakan siap merealisasikannya sebelum Januari 2026.

Di akhir kegiatan, Edy Indra Kesuma membagikan paket sembako kepada warga, yang menurutnya merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada masyarakat.

“Jangan lihat nilainya, tapi lihat kepeduliannya. Pemerintah berupaya hadir, khususnya bagi warga Kelurahan Seberang Tembilahan,” tutupnya.


Baca Juga