KILASRIAU.com – Kegiatan reses anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Edy Indra Kesuma berlangsung di Gedung Olahraga Embansari, Kelurahan Seberang Tembilahan, Kecamatan Tembilahan, Sabtu (29/11/2025).
Dalam pertemuan tersebut, berbagai aspirasi disampaikan masyarakat, termasuk permintaan pengawasan pembangunan serta dukungan peningkatan fasilitas ekonomi dan infrastruktur.
Lurah Seberang Tembilahan, Hedriyan Budiono, dalam kesempatan itu menyampaikan satu harapan penting kepada anggota DPRD Inhil, khususnya Edy Indra Kesuma.
Ia meminta agar DPRD turut melakukan pengawasan terhadap rencana pembangunan jembatan oleh Pemerintah Provinsi.
“Kami sudah melakukan survei terkait pembangunan jembatan tersebut. Mengingat kondisi anggaran daerah sedang krisis, kami sangat berharap pengawasan dari pihak DPRD agar pelaksanaannya pada 2026 bisa terealisasi sebagaimana mestinya,” ujarnya.
Hedriyan juga menjelaskan bahwa Koperasi Merah Putih rencananya akan membangun kantor di Embansari. Lokasi tersebut dipilih karena dianggap strategis dan telah melalui proses administrasi sesuai persyaratan program pemerintah pusat.
Sebelum menyampaikan sambutannya Sebelum Anggota DPRD Kabupaten Inhil dari Partai NasDem menceritakan perjalanan hidupnya.
Dalam penyampaiannya, Edy Indra Kesuma membagikan kisah perjuangan hidup yang menjadi pendorong utamanya dalam berkarya untuk masyarakat. Ia bercerita bahwa pengabdiannya dimulai dari kegiatan sosial sejak 2011, terutama membantu warga kurang mampu dan pasien yang mengalami kendala birokrasi.
Edy pertama kali maju sebagai calon anggota DPRD pada 2019 namun belum berhasil. Pada Pemilu 2024, ia kembali mencalonkan diri dan akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD Inhil.
“Pengalaman hidup mengajarkan saya untuk tidak menadah tangan. Saya ingin terus memberi dan membantu orang yang membutuhkan. Ketika berada di dalam sistem pemerintahan, ruang membantu masyarakat menjadi lebih luas,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa reses merupakan bagian penting dari tugas anggota DPRD untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi warga.
“Kami ini fasilitator. Keputusan ada pada pemerintah daerah. Tapi apa yang bisa kami perjuangkan, pasti akan kami perjuangkan,” jelasnya.
Di hadapan warga, Edy menegaskan komitmennya untuk mempermudah masyarakat dalam urusan pelayanan kesehatan.
“Kalau ada warga yang dipersulit di rumah sakit, hubungi saya. HP saya 24 jam hidup. Jangan segan-segan,” tegasnya.
Edy juga meminta masyarakat mendukung pembangunan daerah dengan tertib membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), mengingat kondisi keuangan daerah saat ini tengah mengalami defisit sekitar Rp316 miliar. Ia juga menyinggung isu rencana pinjaman daerah sebesar Rp200 miliar yang masih dalam tahap kajian.
Menurutnya, alokasi dana aspirasi DPRD Inhil untuk 2026 tersisa sekitar Rp400 juta, akibat pemotongan anggaran oleh pemerintah pusat.
Dalam sesi tanya jawab, perwakilan warga RT 05 RW 03 menyampaikan usulan semenisasi Jalan PLN Embansari sepanjang kurang lebih 75 meter, yang merupakan akses utama menuju Kampung Baru.
Menanggapi hal tersebut, Edy menyatakan siap membantu melalui semangat gotong royong.
“Kita bangkitkan kembali budaya gotong royong. Saya bantu 40 sak semen, tinggal menunggu informasi dari masyarakat kapan pelaksanaannya,” ucapnya.
Ia juga mengapresiasi peran lurah yang turut memberikan dukungan dana sebesar Rp500 ribu serta partisipasi RW senilai Rp300 ribu.
“Dengan kebersamaan, InsyaAllah semuanya akan terasa ringan. Saya berharap pembangunan yang kita inginkan bisa segera terlaksana,” tambahnya.
Di akhir acara, Edy Indra Kesuma menyalurkan paket sembako yang bersumber dari pemerintah. Ia mengajak masyarakat untuk melihat bantuan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah.
“Jangan lihat nilainya, tapi lihat kepeduliannya. Pemerintah selalu berupaya hadir untuk masyarakat, khususnya warga Kelurahan Seberang Tembilahan,” tutupnya.