KILASRIAU.com – Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Edy Indra Kesuma, menggelar kegiatan temu ramah dan silaturahmi bersama warga dalam rangka Reses I Masa Persidangan I Tahun 2025.
Kegiatan berlangsung di Parit Hijrah, Kelurahan Seberang Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan, dan dihadiri sekitar 150 warga, Jum’at (28/11/25).
Acara digelar di bawah tenda sederhana yang dipasang di halaman rumah warga, di tengah lingkungan perkampungan dengan suasana kekeluargaan yang kental. Warga tampak antusias mengikuti kegiatan sejak awal, termasuk mendengarkan pemaparan langsung dari Edy Indra Kesuma.
Lurah Seberang Tembilahan Barat menyampaikan apresiasi atas kehadiran anggota dewan tersebut. Ia menegaskan bahwa masyarakat setempat masih merasakan perhatian Edy Indra Kesuma sejak sebelum menjabat sebagai anggota DPRD.
“Tidak lupa kacang dengan kulitnya. Anggota dewan kita ini masih mengingat masyarakat Steba. Saya sangat berterima kasih dan bangga karena sampai hari ini beliau masih bersedia datang ke sini,” ujarnya.
Dalam penyampaiannya, Edy Indra Kesuma mengisahkan perjalanan pengabdiannya yang bermula dari kegiatan sosial pada tahun 2011. Aktivitas membantu warga kurang mampu dan pasien sakit membuatnya menyadari banyaknya hambatan birokrasi ketika tidak berada dalam sistem pemerintahan.
Edy pertama kali maju sebagai calon anggota DPRD pada 2019, namun belum berhasil. Ia kembali mencoba pada Pemilu 2024 dan akhirnya terpilih sebagai anggota DPRD Inhil.
“Alhamdulillah, tahun 2024 diberi amanah menjadi anggota DPRD. Saya memilih bergabung di Komisi IV karena di komisi tersebut saya bisa membantu masyarakat melalui bidang kesehatan, pendidikan, sosial, dan ketenagakerjaan,” jelasnya.
Edy juga menegaskan bahwa dirinya selalu berupaya mempermudah masyarakat dalam urusan kesehatan.
“Kalau ada warga yang dipersulit di rumah sakit, hubungi saya. HP saya 24 jam hidup. Jangan segan-segan,” tegasnya di hadapan warga.
Dalam reses tersebut, Edy menekankan bahwa reses merupakan kewajiban rutin anggota DPRD untuk menyerap aspirasi masyarakat.
“Kami ini hanya bagian dari pemerintah. Kami fasilitator. Keputusan tetap berada pada pemerintah daerah. Tapi apa yang bisa kami perjuangkan, akan kami perjuangkan,” paparnya.
Ia juga meminta masyarakat mendukung pembangunan dengan tertib membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), karena pendapatan daerah sangat memengaruhi realisasi pembangunan di wilayah kecamatan dan kelurahan.
Sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Perwakilan RT 01 RW 03, Jepri, menyampaikan kebutuhan perbaikan jalan Cabe Rawit yang terputus sepanjang 30 meter dan menyebabkan warga kesulitan saat musim hujan.
Selain itu, warga juga mengusulkan pemasangan 28 lampu jalan pada tiang listrik yang sudah tersedia.
Dari bidang pendidikan, Madrasah Al-Muhlisun mengajukan permohonan rehabilitasi bangunan yang telah berusia lebih dari 10 tahun dan belum pernah mendapatkan bantuan.
Warga juga meminta perhatian terhadap kondisi pelabuhan penyebrangan sepanjang 30 meter yang membutuhkan rehabilitasi segera.
Di sisi lain, keluhan juga disampaikan terkait ketidaktepatan data program PKH. Warga menilai banyak penerima bantuan tidak tepat sasaran karena petugas tidak pernah melakukan verifikasi langsung ke kampung tersebut.
Menanggapi aspirasi warga, Edy Indra Kesuma menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh masukan.
“Insya Allah, dengan dukungan masyarakat, saya akan memperjuangkan pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendesak, termasuk jembatan dan fasilitas umum lainnya,” ucapnya.
Kegiatan reses diakhiri dengan foto bersama dan ramah tamah antara warga dan anggota dewan.**