Camat Kuantan Tengah Resmi Buka Peringatan Hari Guru Nasional 2025 di Lapangan Limuno

TELUK KUANTAN (KilasRiau.com) – Suasana penuh semangat dan kekeluargaan tampak memenuhi Lapangan Limuno, Teluk Kuantan, saat ratusan guru dari berbagai sekolah di Kecamatan Kuantan Tengah berkumpul untuk memperingati Hari Guru Nasional (HGN) 2025. Acara yang berlangsung pada Selasa (18/11/2025) itu dibuka secara resmi oleh Camat Kuantan Tengah, Eka Putra, S.Sos., M.Si disaksikan para peserta dan tamu undangan dari berbagai unsur pendidikan.

Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting bagi para pendidik, karena tidak hanya diisi dengan perlombaan antar guru, tetapi juga sebagai ruang silaturahmi dan refleksi peran guru dalam membentuk karakter generasi bangsa.

Acara tersebut turut dihadiri oleh tokoh-tokoh pendidikan Kabupaten Kuantan Singingi, di antaranya, Kepala Dinas Disdikpora Kuantan Singingi, Herizon, S.Pd., SD., MM diwakili Sekretaris Dinas, Zulmaswan dan Ketua PC PGRI Kuantan Tengah, Hendri Yadi, S.Si.

Kehadiran kedua tokoh ini semakin menguatkan pesan bahwa dunia pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius dan kolaborasi dari berbagai lini, baik pemerintah, organisasi profesi, maupun masyarakat.

Dalam sambutannya, Sekretaris Dinas Disdikpora Zulmaswan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada guru yang telah menjadi ujung tombak pendidikan daerah.

“Guru adalah penentu arah masa depan daerah ini. Dedikasi dan perjuangan para guru tidak boleh dipandang sebelah mata. Pemerintah daerah selalu membuka ruang untuk memperkuat mutu pendidikan demi Kuansing yang semakin maju,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua PC PGRI Kecamatan Kuantan Tengah, Hendri Yadi, menegaskan bahwa organisasi guru akan terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan dan martabat guru.

“PGRI akan terus hadir memperjuangkan hak dan kepentingan guru, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran. Momentum HGN ini menjadi pengingat bahwa profesi guru adalah panggilan jiwa,” ucapnya.

Dalam sambutan pembukaan, Camat Kuantan Tengah, Eka Putra menyampaikan harapan besar kepada para pendidik. Ia menekankan bahwa guru harus menjadi panutan, tidak hanya bagi para muridnya, tetapi juga di tengah masyarakat.

“Guru adalah figur penting yang selalu dilihat dan ditiru. Keteladanan guru merupakan pondasi yang akan menciptakan generasi berkarakter. Untuk itu, guru harus tetap menjadi teladan baik di sekolah maupun dalam kehidupan bermasyarakat,” tegas Camat.

Sebagai bentuk komitmen terhadap dunia pendidikan, Camat juga memastikan akan mengunjungi seluruh sekolah di Kecamatan Kuantan Tengah. Langkah ini bertujuan untuk mendengarkan langsung aspirasi guru, melihat kondisi pendidikan di lapangan, serta membuka ruang mediasi bila ada persoalan yang perlu difasilitasi.

“Kami hadir tidak hanya secara administratif, tetapi juga secara moral. Kami ingin mendengar, melihat, dan membantu. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama, maka komunikasi antara sekolah dan pemerintah kecamatan harus terus terjalin,” tambah Eka.

Sebagai rangkaian kegiatan, peringatan HGN 2025 kali ini diramaikan dengan Lomba Hadang dan Lomba Sarung Estafet yang diikuti oleh perwakilan guru dari berbagai sekolah. Lomba-lomba tersebut berhasil menciptakan suasana hangat dan riuh penuh semangat.

Para guru tampak antusias mengikuti berbagai permainan tradisional tersebut. Tawa, dukungan, dan sorak-sorai terlihat jelas sepanjang kegiatan, menjadikan HGN bukan hanya perayaan formal, tetapi juga wadah memperkuat kebersamaan.

Peringatan Hari Guru Nasional tahun ini mengusung tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat.” Tema tersebut menjadi pengingat betapa sentralnya peran guru dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Melalui kegiatan ini, pemerintah kecamatan, Disdikpora, dan PGRI menyampaikan pesan bahwa penguatan pendidikan harus dimulai dari penguatan kompetensi, integritas, serta kesejahteraan guru.

Acara berlangsung lancar dan sukses, memberikan kesan mendalam bagi seluruh peserta. Peringatan HGN 2025 di Kuantan Tengah bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi momentum bersama untuk memperkuat peran guru sebagai agen perubahan yang membentuk masa depan daerah dan bangsa.*(ald)


Baca Juga