Pemuda dan Warga Seberang Taluk Hilir Gotong Royong Persiapkan Pelayuran Jalur Baru “Rantai Emas”

SEBERANG TALUK HILIR  (KilasRiau.com) – Suasana semangat gotong royong tampak hidup di Desa Seberang Taluk Hilir, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, pada Jumat (7/11/2025). Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kalangan tumpah ruah di lokasi kegiatan untuk mempersiapkan pelayuran jalur baru yang diberi nama “Rantai Emas.”

Kegiatan yang berlangsung di lapangan desa itu menjadi bukti nyata kuatnya rasa kebersamaan warga. Kaum bapak, pemuda, hingga para tokoh masyarakat bahu-membahu menyelesaikan tahapan akhir pembuatan jalur, mulai dari menghaluskan badan jalur, membersihkan serutan kayu, hingga menyiapkan tempat pelayuran yang akan dilaksanakan pada malam harinya.

Beberapa warga tampak sibuk di bawah tenda biru yang berdiri kokoh di tepi lapangan. Di sana, mereka menyiapkan perlengkapan acara, menyusun tempat duduk, dan memastikan semua kebutuhan kegiatan malam nanti berjalan lancar. Sementara itu, suara kapak dan pahat terdengar bersahutan dari arah tempat jalur dibuat — menandakan semangat kerja kolektif yang tak pernah pudar di tengah masyarakat Kuantan Singingi.

Penjabat (Pj) Kepala Desa Seberang Taluk Hilir, Elpi Satriadi, menyampaikan rasa bangga dan terima kasihnya kepada seluruh warga yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia menilai, gotong royong ini bukan hanya sekadar persiapan pelayuran, melainkan juga simbol kekompakan dan kecintaan masyarakat terhadap tradisi warisan leluhur.

“Tradisi pelayuran ini memiliki makna yang dalam bagi kita. Selain sebagai tahapan penting dalam pembuatan jalur, kegiatan ini juga mempererat silaturahmi antarwarga. Jalur Rantai Emas bukan hanya lambang kebanggaan desa, tapi juga wujud semangat dan harapan bersama agar nama Seberang Taluk Hilir harum di arena pacu jalur mendatang,” ujar Elpi Satriadi.

"InsyaaAllah nanti malam, pak Bupati Dr. H. Suhardiman Amby MM yang akan melakukan pembakaran dalam giat pelayuran jalur Rantai Emas ini," sambung Elpi.

Menurut panitia, prosesi pelayuran atau pembakaran jalur akan dilaksanakan malam ini, Jumat (7/11/2025) pukul 20.00 WIB. Pelayuran merupakan salah satu prosesi sakral dalam tradisi pembuatan jalur di Kuantan Singingi. Proses ini diyakini dapat menyatukan unsur kayu, api, dan doa — sebuah simbol agar jalur memiliki semangat juang, ketahanan, serta keberuntungan saat berlaga di gelanggang Pacu Jalur Tradisional yang menjadi kebanggaan masyarakat Rantau Kuantan.

Sementara itu, salah seorang perwakilan pemuda desa, Ijul, mengatakan bahwa persiapan jalur Rantai Emas menjadi ajang mempererat solidaritas generasi muda. Ia menyebutkan, semangat kebersamaan yang tumbuh dalam proses ini menunjukkan bahwa pemuda masih memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga dan melestarikan budaya daerah.

“Kami para pemuda sangat bangga bisa ikut langsung dalam pembuatan jalur ini. Selain belajar tentang tradisi, kami juga belajar arti kebersamaan dan kerja keras. Harapan kami, Rantai Emas bisa berprestasi dan menjadi kebanggaan untuk seluruh masyarakat Seberang Taluk Hilir,” ungkap Ijul.

Sore menjelang malam, warga akan mulai mempersiapkan perlengkapan pelayuran seperti kayu bakar, minyak, serta peralatan lain yang diperlukan. Tenda-tenda telah dihiasi dengan kain berwarna biru, menciptakan suasana semarak menjelang pelaksanaan acara. Anak-anak tampak berlarian riang di sekitar lapangan, sementara para ibu menyiapkan hidangan untuk jamuan malam nanti.

Dengan hadirnya jalur baru “Rantai Emas,” masyarakat Desa Seberang Taluk Hilir menaruh harapan besar agar jalur ini menjadi kebanggaan baru dan mampu membawa prestasi gemilang pada ajang Pacu Jalur mendatang. Lebih dari sekadar tradisi, kegiatan ini mencerminkan jati diri masyarakat Kuantan Singingi yang menjunjung tinggi nilai kebersamaan, gotong royong, dan cinta terhadap budaya warisan nenek moyang.*(ald)


Baca Juga