KILASRIAU.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) mencatat inflasi year-on-year (y-on-y) di Tembilahan pada Mei 2025 sebesar 2,35 persen.
Angka ini menunjukkan kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 106,18 persen, Mei 2024 menjadi 108,68 persen Mei 2025.
Kepala BPS Kabupaten Indragiri Hilir, Sudiro, S.ST., M.Si., dalam laporan resminya menyampaikan bahwa inflasi y-on-y ini terjadi akibat kenaikan harga pada sebagian besar kelompok pengeluaran.
“Kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi y-on-y di Tembilahan Mei 2025 adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang naik 15,82 persen dengan andil inflasi sebesar 1,44 persen,” ujar Sudiro dalam siaran resmi BPS, Senin (2/6/25) waktu lalu.
Selain itu, kelompok lainnya yang turut berkontribusi terhadap inflasi antara lain:
• Kesehatan: naik 3,59% (andil 0,09%)
• Pendidikan: naik 2,73% (andil 0,08%)
• Perlengkapan rumah tangga: naik 1,89% (andil 0,07%)
• Makanan, minuman dan tembakau: naik 1,02% (andil 0,37%)
• Transportasi: naik 0,94% (andil 0,1%)
• Pakaian dan alas kaki: naik 0,64% (andil 0,04%)
• Penyediaan makanan dan minuman/restoran: naik 0,86% (andil 0,1%)
• Perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga: naik 0,47% (andil 0,05%)
• Informasi dan jasa keuangan: naik 0,17% (andil 0,01%)
Di sisi lain, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mencatat deflasi sebesar 0,18 persen dan tidak memberikan andil signifikan terhadap inflasi.
Komoditas Penyumbang Inflasi dan Deflasi Inflasi y-on-y terutama disumbang oleh komoditas seperti:
• Emas perhiasan (andil tertinggi: 1,32%)
• Minyak goreng
• Kangkung, bayam, dan beras
• Ikan air tawar seperti lele, nila, dan kembung
• Sigaret kretek mesin dan tangan
• Tarif rumah sakit dan dokter spesialis
• Biaya pendidikan tingkat SMP dan perguruan tinggi
• Nasi dengan lauk dan sop dari sektor restoran
Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga dan menyumbang deflasi adalah:
• Daging ayam ras (andil deflasi terbesar: -0,42%)
• Cabai merah, jeruk, bawang merah
• Telur ayam ras, cabai rawit, kentang
• Bahan bakar rumah tangga
Selain itu juga, BPS mencatat bahwa tingkat inflasi month-to-month (m-to-m) Tembilahan Mei 2025 adalah -0,63 persen, menunjukkan adanya penurunan harga secara bulanan. Sedangkan inflasi year-to-date (y-to-d) mencapai 2,61 persen, atau lebih rendah dari y-to-d Mei 2024 yang tercatat 2,86 persen.
Jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, laju inflasi y-on-y Mei 2025 lebih rendah dari Mei 2024 itu 3,40 persen untuk Mei 2023 ialah 2,51 persen
Meskipun inflasi y-on-y pada Mei 2025 tercatat lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, Sudiro mengingatkan bahwa fluktuasi harga pada komoditas pokok tetap perlu menjadi perhatian, terutama menjelang momentum hari besar dan perubahan musim.
“Stabilitas harga pangan dan jasa penting untuk terus dijaga. Perlu perhatian lebih dari pemerintah daerah dan pelaku pasar agar tidak terjadi lonjakan harga yang membebani masyarakat,” jelasnya.
Laporan ini menjadi dasar pengambilan kebijakan di sektor ekonomi daerah, terutama yang berkaitan dengan pengendalian harga dan upaya menjaga daya beli masyarakat di Kabupaten Indragiri Hilir.**