Masyarakat Resah, Pengusaha Peduli, 10 DPRD Dapil Tualang Kemana? Kok Masih Diam

Tualang, KILASRIAU.com – Meningkatnya keluhan masyarakat Perawang terkait aktivitas truk bertonase besar yang kerap melintas di jalan-jalan padat penduduk kembali menuai sorotan. Sayangnya, hingga kini, sebagian besar masyarakat menilai belum ada langkah nyata yang ditunjukkan oleh anggota DPRD Dapil Tualang dalam merespons keresahan yang semakin mengkhawatirkan tersebut.

Sigit Eko Purnomo, Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Siak, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap diam para wakil rakyat yang dinilai lalai dalam menjalankan amanahnya.

“Sejauh ini kami belum melihat adanya langkah konkret dari DPRD Dapil Tualang. Mereka seolah tutup mata terhadap apa yang sedang dirasakan masyarakat, padahal keluhan soal truk-truk bermuatan besar ini sudah berlangsung lama dan sangat meresahkan,” tegas Sigit kepada Kilasriau.com, Senin (28/4/2025).

Menurutnya, kehadiran truk bertonase berat di kawasan pemukiman tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga, khususnya anak-anak yang beraktivitas di sekitar jalur tersebut. Ia menilai, sudah saatnya para legislator turun langsung ke lapangan, mendengarkan keluh kesah masyarakat, dan mengambil tindakan nyata.

"Kalau masyarakat sudah berteriak, bahkan pengusaha pun sudah bersedia membangun portal pembatas, kenapa DPRD justru diam? Harusnya mereka menjadi garda terdepan memperjuangkan keselamatan dan kenyamanan rakyatnya, bukan sekadar hadir saat pemilu saja," kritik Sigit.

Lebih lanjut, Sigit menegaskan bahwa fungsi legislasi dan pengawasan yang melekat pada DPRD seharusnya dijalankan secara konsisten, tidak tebang pilih. Ia mendesak agar DPRD bersama pemerintah kecamatan segera membuat regulasi yang tegas tentang pembatasan kendaraan berat di jalur-jalur pemukiman padat penduduk.

Di sisi lain, masyarakat Perawang juga berharap agar rencana pembangunan portal pembatas yang diinisiasi sejumlah pengusaha tidak hanya bergantung pada niat baik, melainkan diiringi dengan penguatan aturan resmi agar tidak mudah diabaikan.

Salah seorang warga Perawang yang enggan disebutkan namanya turut menyampaikan kekesalannya.

“Kalau menunggu tindakan dari DPRD, mungkin sampai rusak jalan pun belum tentu bergerak. Kami sudah terlalu sering kecewa. Harapan kami cuma satu, keselamatan warga jangan dikorbankan demi kepentingan lain. Jangan tunggu sampai ada korban baru mau turun ke jalan," ujarnya dengan nada kesal.


Baca Juga