KILASRIAU.com, Lhokseumawe – Pemerintah Aceh akan membuka rute pelayaran feri roll-on/roll-off (roro) Lhokseumawe–Penang, Malaysia, sebagai langkah strategis menghidupkan kembali Pelabuhan Krueng Geukueh. Rencana ini diumumkan langsung oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, dalam acara pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe yang digelar baru-baru ini.
Pembukaan rute ini diharapkan mampu mendorong arus perdagangan, investasi, dan pariwisata antara Aceh dan Malaysia, serta menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat.
Menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, rute ini dapat memperkuat ekspor berbagai komoditas unggulan seperti kopi Arabika Gayo, ikan tuna dan hasil laut, minyak nilam, serta cengkeh dan pinang ke pasar internasional.
Namun, peningkatan aktivitas ekspor-impor juga menuntut kesiapan masyarakat dan pelaku usaha dalam memahami dan mematuhi ketentuan kepabeanan. Bea Cukai Lhokseumawe, sebagai instansi pengawas di kawasan pelabuhan, menekankan pentingnya pengetahuan pelaku usaha terkait regulasi seperti tata laksana impor untuk dipakai, barang bawaan penumpang, serta larangan dan pembatasan ekspor-impor.
Bea Cukai Lhokseumawe juga telah menjalin koordinasi dengan Pelindo dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh dalam memastikan kelancaran bongkar muat serta memberikan edukasi kepada pelaku usaha. Sosialisasi dan pelatihan ekspor menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan masyarakat menyambut peluang perdagangan lintas negara ini.
Dengan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, rute feri Lhokseumawe–Penang diharapkan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru dan menjadikan Krueng Geukueh sebagai pintu ekspor andalan Aceh.