Warga Keluhkan Sampah yang Berserakan di Pinggir Jalan Kawasan Pendidikan

TELUK KUANTAN (KILASRIAU.COM) – Upaya Satgas Penanganan Sampah di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, untuk membereskan persoalan sampah belum tuntas di Teluk Kuantan.

Pasalnya masih banyak sampah yang menumpuk dan berserakan di pinggir jalan. Salah satunya, sampah yang menumpuk di jalan Tuanku Tambusai, depan gang masuk ke SMP Negeri 2 Teluk Kuantan yang berlokasi di desa Beringin Taluk, Kecamatan Kuantan Tengah.

Hal ini, terus menuai protes dari siswa dan guru serta masyarakat sekitar. Dimana, sampah rumah tangga yang sudah lama menumpuk akan mengeluarkan aroma tak sedap yang sangat mengganggu. Apalagi di dekat sekolahan, aktifitas siswa dan guru di sekolah akan sangat terganggu dan jadi tak nyaman.

“Iya.., sudah lama seperti itu. Keluar masuk sekolah harus cium bau busuk sampah itu. Padahal itu sampah luar sekolah. Kalau kami dalam sekolah ada tong sampah di masing-masing ruangan. Orang luar yang buang sampah ke depan gang ini, ” ujar Sisil, salah seorang siswi SMPN 2 sembari menunjuk ke arah tumpukan sampah dimaksud. Senin (13/01/2025) sebelum masuk pekarangan sekolahnya.

Iras, warga tempatan juga menyampaikan hal yang sama. Penumpukan sampah rumah tangga dan material bangunan ini juga memberikan banyak ancaman bagi masyarakat sekitar. Ancaman gangguan kesehatan yang paling dikhawatirkan.

Dikatakan Iras, ulat, lalat dan binatang sampah lainnya akan mudah berkeliaran, bahkan bisa saja masuk hingga ke rumah atau ke dalam lingkungan sekolah.

“Kasian anak-anak sekolah di sini. Keluar masuk sekolah harus melewati lokasi penumpukan sampah ini. Kami masyarakat pun juga mulai terganggu dengan aroma tak sedap yang masuk sampai ke rumah,” ujar Iras.

Disebutkan warga, sampah yang menumpuk dekat lingkungan sekolah ini datang dari berbagai arah. Siapa saja yang melintasi jalan depan lingkungan sekolah tersebut, bebas melemparkan tentengan sampah rumah tangga. Sebab, hal itu terjadi karena tidak terawasi.

“Kalau malam hari memang sepi karena lokasi penumpukan ini tidak ada penerangan, agak gelap dan sedikit jauh dari pemukiman. Dan malam hari, sekolah tentunya hanya penjaga yang ada. Orang bebas lempar atau turunkan sampahnya ke sini,” ujar Salim, warga lainnya.

Sementara kewenangan atas kebersihan lingkungan ini merupakan tanggungjawab  Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Selain tumpukan sampah yang tidak kunjung dibersihkan, karena tidak dijemput ini, kini kawasan pendidikan ini memproduksi aroma busuk yang menyengat saluran pernafasan para siswa yang sedang menuntut ilmu dan warga.

Masyarakat berharap, hal ini segera diatasi. Terlebih lagi ini berada tepat di jantung kota Kabupaten bahkan di kawasan Pendidikan dan tempat keramaian.*(ald)


Baca Juga