Tualang, KILASRIAU.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Riau atau Kukerta UNRI dalam rangka pelaksanaan salah satu program kerja dengan tema sosialisasi pencegahan stunting dengan protein hewani sekaligus pemberian bubur ayam untuk para balita yang bekerja sama dengan posyandu permata bunda dan PKK Kampung Pinang Sebatang Timur, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak, Kamis (08/08/2024).
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan pada masa awal setelah bayi lahir akan tetapi, kondisi stunting baru nampak setelah bayi berusia 2 tahun.
“Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi pada ibu hamil dan anak. “Dengan memberi edukasi kepada masyarakat tentang pola makan sehat dan pentingnya sanitasi yang baik,” ujar salah satu peserta Kukerta UNRI Kampung Pinang Sebatang Timur.

Ketua PKK Kampung Pinang Sebatang Timur menerangkan, kurangnya kepedulian masyarakat terhadap gizi mengakibatkan timbulnya penyakit stunting. Stunting merupakan gagalnya pertumbuhan dan perkembangannya anak akibat kekurangan gizi dalam jangka panjang. Di kampung Pinang Sebatang Timur terdapat 20 anak yang mengalami stunting.
“Untuk mengatasi stunting, dari pihak desa membangun dapur sehat. Dapur sehat ini memberikan makanan setiap hari bagi anak-anak yang mengalami stunting. Makanan yang diberikan sudah di takar oleh ahli gizi dan di masak oleh ibu bidan bersama ibu-ibu PKK,” Ujar Ketua PKK Kampung Pinang Sebatang Timur.
Sosialisasi tersebut dihadiri oleh ibu penghulu kampung pinang sebatang timur bersama para bidan dan sekaligus pemberian vitamin A.