TELUK KUANTAN - Dalam rangka sosialisasi kepada orang tua/wali santri/yah terkait program Digitalisasi Sekolah, Perguruan Mualimin Muhammadiyah Teluk Kuantan mengundang orang tua santri kelas 1 s.d 6 Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Teluk Kuantan dan kelas 7-9 SMP Muhammadiyah 1 (Mutu) Teluk Kuantan untuk mengadakan rapat wali santri, Rabu 12 Juli 2023.
Dalam giat itu, Pimpinan Perguruan Mualimin Muhammadiyah Teluk Kuantan, Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, M. Rizki Lazuardi, S.Pd, menyampaikan bahwa hal utama pihak sekolah mengundang orang tua santri ke sekolah adalah dengan maksud untuk silaturahmi antara pihak sekolah dan orang tua santri, di samping itu juga akan memberikan informasi mengenai sistem yang akan diterapkan di sekolah, baik itu MIM Teluk Kuantan maupun SMP Mutu Teluk Kuantan.
"Karena nantinya semua pembayaran, absen, belanja santri, kegiatan santri akan terkoneksi dengan sistem digitalisasi," begitu disampaikan M. Rizki Lazuardi.
Disampaikannya juga bahwa, MIM dan SMP Mutu adalah satu-satunya sekolah di jenjang pendidikan dasar dan menengah yang menggunakan sistem digitalisasi untuk mempermudah semua akses yang diberikan pihak sekolah kepada santri dan orang tua.
"Sehingga manajamen dari segala bidang bisa terlihat sistematis, rapi dan dapat dilihat di sistem yang ada dalam aplikasi," ujar Rizki.
M. Rizki Lazuardi yang didampingi Ustadz Hendio Anjasmara dan pihak BANK BSI Teluk Kuantan, mengucapkan terima kasih atas kehadiran para orang tua santri dalam acara tersebut.
Dirinya memohon do'a dan dukungan semua pihak untuk mendukung program digital di sekolah yang dipimpinnya. Sehingga sekolah akan terus berinovasi kedepannya, menerapkan sistem kurikulum merdeka belajar yang sudah terintegrasi literasi digital.
"Pembenahan itu kami lakukan untuk pelayanan mutu dan kualitas terbaik kepada santri dan orang tua yang telah menitipkan anak-anaknya untuk melanjutkan pendidikan di MIM dan SMP Mutu," tuturnya.
"Terima kasih kami ucapkan kepada orang tua yang hadir hari ini," imbuh Rizki yang kerap disapa dengan panggilan Dedi ini.
Sementara Wakil Bidang Kurikulum Pimpinan Perguruan Mualimin Muhammadiyah Teluk Kuantan, Ustadz Hendio Anjasmara, M.Pd juga menyampaikan dalam rapat wali santri tersebut, bahwa pada tahun ajaran ini akan menerapkan kurikulum merdeka belajar kelas 1 dan 4 MI Muhammadiyah Teluk Kuantan dan kelas 7 SMP Muhammadiyah 1 Teluk Kuantan.
"Alhamdulillah, semua guru di sini sudah diberikan pelatihan itu (digitalisasi. red) beberapa bulan yang lalu dan insya Allah hari Jum'at dan Sabtu ini juga akan kembali diadakan pelatihan Kurikulum Merdeka. Hal itu sebagai persiapan untuk menghadapi kurikulum yang akan dijalani di sekolah kita pada tahun ajaran baru nantinya," ungkap Hendio.
"Program ekstrakurikuler seperti Tahfiz akan kembali dibuka untuk santri baru. Harapannya agar santri yang ikut bisa memperbaiki bacaannya, hapalannya dan di akhir nantinya akan di wisuda secara masal.
Namun kita sebagai orang tua bukan hanya mengejar wisuda anak saja, melainkan bagaimana menanamkan anak-anak kita untuk senantiasa menjaga hapalannya dan menerapkan di kesehariannya," harap Ustadz Hendio Anjasmara yang juga sebagai penanggung jawab Tahfiz di Mualimin Muhammadiyah Teluk Kuantan.
Di samping itu, orang tua santri yang sudah ketiga anak-anaknya dipercayakan belajar di MIM Teluk Kuantan, Ronaldo Rozalino, S.Sn.,M.Pd.,C.PS.,CME menyampaikan sebagai orang tua santri, menyambut hal ini dengan sangat baik.
Dikatakan Ronaldo, dengan zaman digitalisasi saat ini semua kita sudah terkoneksi dengan IT (Internet), artinya kita dapat dan bisa mengakses anak anak kita dalam belajar, minat, bakat, prestasi dan sistem pembayaran dengan perangkat digitalisasi android.
"Sehingga bisa mempermudah orang tua untuk tahu informasi mengenai sekolah," kata Ronaldo Rozalino yang juga Sebagai Ketua Lembaga Seni dan Budaya Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).
Sardiyono, orang tua santri yang hadir ketika itu pun sangat menyambut sistem yang akan diterapkan oleh sekolah. Di mana, Sardiyono juga berharap, sistem yang akan diterapkan di sekolah ini mampu memberikan peluang usaha juga bagi orang tua santri untuk membuka usaha di bidang UMKM yang diberikan pihak kedua, yaitu BANK BSI.
"Hal ini dapat meningkatkan ekonomi para orang tua santri dan gurunya," demikian kata Sardiyono, Anggota DPRD Provinsi Riau Komisi Pendidikan menyampaikan.(*)