Wisuda Tahfidz, Desa Air Jernih Menjadi Generasi Penghafal Al-Qur’an INHU

KILASRIAU.COM --- Para santri (siswa) mengikuti Wisuda Tahfidz Al-Halim Khataman juz 30 dan juz 1 untuk para santri tingkat akhir, yaitu untuk kelas enam, sembilan dan dua belas. Baik santri akhwat, maupun ikhwan. Dilaksanakan di Desa Air Jernih Kecamatan Rengat Barat Kabupaten Indragiri Hulu, Minggu (05/03/2023) siang

Suasana bahagia bercampur haru terlukis di wajah setiap peserta Wisuda Tahfidz dan para orang tua yang datang menghadiri agenda ini. Perlahan, ruangan Wisuda Tahfidz yang bertempat di aula (Sekolah Dasar Islam Terpadu) mulai dipenuhi oleh para panitia, peserta dan orang tua santri.

Wisuda tahfidz Al-Halim periode kali ini berlangsung dua sesi, hal ini disebabkan oleh banyaknya jumlah para peserta yang mengikuti agenda ini.

Sesi pertama berlangsung dimulai pukul 02.00 WIB dengan rangkaian agenda; registrasi peserta dan tamu undangan, pembukaan dan tampilan hafalan dari para peserta, prosesi wisuda, sambutan, pemberian penghargaan, pesan dan kesan dari orang tua, tausiyah, do’a dan terakhir, penutupan acara.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Air Jernih Samsul Bahri Harapan tak lupa mengucapkan syukur pada Allah Swt dan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua panitia yang terlibat. Karena tanpa panitia, tentu agenda besar yang luar biasa ini tidak mungkin bisa terlaksana.

"Tak lupa juga Saya memberi apresiasi kepada Letkol.Inf.Imir Faisal yang telah mendukung kegiatan pelaksanaan wisuda tahfiz Al-Halim dan kepada para orang tua yang bersempat hadir pada kesempatan kali ini, sebab jikalau bukan karena peran, dukungan dan kepercayaan orang tua kepada Insantama beserta para guru, terlebih guru tahfidznya, tentu para siswa akan semakin terkendala dalam menyelesaikan target hafalan mereka," ucapnya.

Samsul Bahri menambahkan Menghafal Al-Qur’an tidak semudah membalikkan telapak tangan. Butuh usaha, perjuangan dan pengorbanan. Butuh kesabaran dan dorongan orang tua. Dimana pun ananda berada, jangan lepaskan Al-Qur’an sebagai sahabat, seperti layaknya kita jadikan makanan dan minuman yang selalu kita butuhkan agar kita selalu dekat dengan Allah Swt.

"Untuk itu kita berharap semoga kelak kalian berhasil nak untuk menjadi generasi penghafal Al-Qur’an yang tidak hanya sekadar hafal tapi mampu untuk menjaga hafalan itu dan ini tergantung kepada didikan orang tua. Mereka ini bisa jadi penolong atau penuntut kita di akhirat kelak. Pendidikan akidah, ibadah dan akhlak menyelaraskan mereka menjadi anak yang shalih shalihah yang akan menarik kita ke derajat yang lebih tinggi di akhirat kelak dan inilah bapak ibu serta ustadz-ustadzah yang harus kita berikan.” Ungkapnya
memberi penjelasan.

Ia juga menjelaskan bahwa syurga itu memiliki tingkatan-tingkatan dan kita mesti memohon kepada Allah Swt dengan ungkapan: “Ya Allah perbaikilah keadaanku dengan memperbaiki keturunan-keturunanku.” Surga itu memiliki level, yang paling tinggi tentu paling keren.” Tutur beliau dengan semangat.

Setelah tausiyah berlangsung, para peserta wisuda tahfidz secara bersama melantunkan nasyid “Hahfidz Qur’an” dengan penuh haru dan kesyahduan. Sontak, hal ini juga menjalar kepada semua yang hadir di ruangan itu. Hingga tak dapat dipungkiri, tangis haru mulai merebak terlebih saat para santri diminta turun dari panggung menemui orang tua, memeluk dan meminta do’a tulus dari setiap orang tua yang siap mengantarkan mereka ke pintu-pintu kesuksesan yang tidak hanya di dunia tapi juga menembus akhirat.

"Semoga Wisuda Tahfidz kali ini berhasil mengantarkan para santri menjadi generasi yang cerdas secara akademis dan sekaligus menjadi sahabat Al-Qur’an. Generasi yang selalu berinteraksi dengan Al-Qur’an, sesuai dengan tema sidang tahfidz kali ini ‘Menjadi Generasi Penghafal Al-Qur’an’ tutupnya


Baca Juga