Gelar Coffee Morning, Kepala KPPBC Tembilahan Sampaikan Ini

Kilasriau.com - Dalam rangka meningkatkan tali persaudaraan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KKPBC TMP) C Tembilahan, melaksanakan Coffee Morning bersama Insan Pers Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, di kantin BC Tembilahan, Jalan Jenderal Sudirman nomor 48, Tembilahan, Jum'at (20/1/23).

Terlihat dalam penyelenggara tersebut Kepala KKPBC TMP C Tembilahan serta pegai berbincang-bincang santai dengan Insan Pers sambil menikmati sarapan pagi.

Sambil berbincang santai Kepala KPPBC Tembilahan, Eka Purnama Putra mengatakan, pertemuan ini bertujuan untuk mempererat hubungan silaturahmi antara BC Tembilahan dan juga Insan Pers yang bertugas di Kabupaten Inhil.

"Kita berharap pertemuan ini tidak hanya sampai disini saja, jika perlu rutin dilaksanakan agar bisa lebih dekat serta bersama-sama mencari solusi jika memang ada persoalan, karena kami disini selalu terbuka untuk bapak, ibu Insan Pers," kata Kepala KPPBC Tembilahan, Eka Purnama Putra.

Disela-sela diskusi tersebut Kepala KPPBC Tembilahan, Eka Purnama Putra mengungkapkan, di tahun 2022 telah menindak kurang lebih ada sebanyak seratus lebih kasus ilegal baik rokok, minum dan narkoba.

"Kalau untuk penindakan ada 103 penindakan di tiga wilayah diantaranya Kuansing, Inhu, dan Inhil, barangnya kebanyakan rokok. Kalau rokok itu mahal berarti stoknya tipis, tapi kalau rokoknya murah berarti stoknya banyak,. Narkotika juga ada, selesai penyelidikan penindakan kita langsung serahkan kepada pihak Polres," tutur Eka menambahkan.

Eka menyebut, rokok ilegal yang berhasil diamankan oleh pihaknya sebagian sudah dimusnahkan, dan sebagainya lagi sedang menunggu keputusan.

"Semua barang tangkapan sebanyak 3 juta batang rokok sudah di musnahkan. Dan masih ada yang belum, masih menunggu keputusan," ungkapnya.

Selain itu, Kepala Bea Cukai Tembilahan ini menjelaskan, di tahun 2022 BC Tembilahan hasil tangkapan tidak selalu di musnahkan, namun ada beberapa diantaranya di hibahkan ke masyarakat yang membutuhkan.

"Ada 6 kapal tangkapan yang sudah diserahkan kepada desa-desa yang membutuhkan bantuan ambulance laut, sudah kita hibahkan, barang tangkapan karpet sudah di hibahkan ke pesantren. Dan ada juga barang tangkapan yang bakal di serahkan ke NU dan Muhammadiyah saat ini baru proses KPKL, menunggu persetujuan," tuturnya.

Eka menerangkan, bahwa sejauh ini telah melakukan penangkapan dan juga pengawasan diwilayahnya. Kendati demikian dirinya menyadari bahwa masih banyak kekurangan, akan tetapi di tahun 2023 ini BC Tembilahan akan berbenah.

"Ada PR kami, kami menyadari belum maximal, akan coba tiap tahun memperbaiki memperkuat kawasan. Untuk itu kalau ada masukan kritik dan saran bisa disampaikan kami akan terima dengan terbuka," pungkasnya. **


Baca Juga