Millyaran Rupiah Anggaran Pembangunan Gedung Mall Pelayanan Publik Ternyata Bobot Baru Mencapai 33 Persen

KILASRIAU.com, TEMBILAHAN-Masyarakat sangat menanti-nanti kapan siapnya pembangunan gedung pelayanan publik (MPP) tersebut, apakah ini terwujud selesai atau tidak.

Sementara ini upaya pemerintah kabupaten untuk membangun sebuah bangunan MPP, yang nantinya akan di gunakan untuk pelayanan publik kedepannya.

Singkatnya dikhwatirkan bahwa  proyek Pembangunan Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP) kabupaten Indragiri hilir tersebut yang berada dilokasi eks Gedung lama DPRD Inhil jalan Kihajar Dewantara Tembilahan, tahun anggaran 2022, diprediksi tidak akan selesai tepat waktu. Sejauh ini progres pekerjaan masih minim, yaitu baru mencapai 33 persen dan masih banyak yang harus dilakukan.

Sebagaimana yang tertera di papan plang proyek, perusahaan pelaksana adalah CV Kelapa Gading, dengan konsultan pengawas CV Cipta Rekayasa Arsitektur. Untuk anggaran sekitar sebesar Rp 12.322. 173. 437,18 dengan waktu pelaksanaan dari bulan April hingga Desember 2022.

Berdasarkan Pantauan media di lapangan Senin, 21 November 2022, hanya bagian lantai yang pengerjaan sudah agak lumayan, itupun baru seminisasi dan belum dipasang porselin. Sementara untuk dinding lantai dasar, belum sama sekali, masih pengerjaan pancang pilar untuk bangunan lantai dua di atasnya.

Selain itu, tidak terlihat aktivitas luar biasa dari para pekerja, sebagaimana lazimnya orang ngebut ingin segera menyelesaikan pekerjaan, karena dikejar waktu mepet sesuai perjanjian kerja. Yang terlihat  para pekerja di proyek tersebut sedikit dan terkesan santai. Padahal waktu pengerjaan hanya tinggal sekitar 1 bulan lebih.

"Informasi yang diperoleh media, pengerjaan baru sekitar 33 persen. Dengan sisa waktu yang ada, saya pastikan bangunan itu tidak akan selesai. Makanya sudah beredar akan diberikan addendum kepada pihak rekanan," ujar sumber media ini yang tidak mau namanya disebutkan.

Sementara itu Kadis PUPR Ketika dikonfirmasi melalui Kabid Cipta Karya (CK) Arif Gunawan melalui WA Senin 21 November 2022, megungkapkan dalam penilaian pihaknya secara perhitungan teknis mengakui pekerjaan tidak akan selesai  sampai akhir tahun.

"Sejauh ini untuk bobot pekerjaan baru sampai 33.3 persen, dengan sisa waktu yang ada jelas tidak akan selesai," ujarnya.

Ketika disinggung kenapa sampai seperti itu, apalagi proyek ini termasuk yang paling cepat dilakukan tender, menurut Kabid CK kendalanya pihak kontraktor pelaksana tidak menyediakan material, padahal sudah disampaikan melalui surat teguran berkali - kali. 


Baca Juga