Tindak Lanjuti MOU, Diksop Inhil Gelar Rapat Persiapan Bazar Bersama Unisi

KILASRIAU.com, - Menindak lanjuti penandatangan MoU yang dilakukan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UKM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) melakukan rapat lanjutan bersama Universitas Islam Indragiri (Unisi), Kamis (27/10/22). 

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Inhil, Ir H Illyanyo MT didampingi sekretaris Diskopukm Inhil, Feri Irawan SE M.Si dan juga perencana ahli muda Diskopukm Inhil, Tito Sulistiyanto S. Sos M. Si serta dihadiri oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis dari Unisi Tembilahan telah di lakukan pada Rabu (26/10/22) lalu terkait rapat pelaksanaan Festival kuliner dan Bazar UMKM yang akan di laksanakan bulan November mendatang. 

Dalam kesempatan itu, Ir H Illyanyo MT menyampaikan Unisi memiliki program terhadap mahasiswa dengan target yakni UMKM. 

“UMKM inikan salah satu tanggung jawab Pemda dalam hal pembinaan dan lain sebagainya. Tujuan kita sama selain dari memajukan UMKM dan profesionalitas dalam tata pengelolaannya juga memberikan motivasi kepada Mahasiswa bahwa jangan hanya mengandalkan ijazah saja harus ada keahlian salah satunya dengan memiliki usaha,” kata H Ilyanto. 

Ilyanto juga mengatakan bahwa Pemerintah akan membina dan memastikan UMKM yang ada di Inhil aman-aman saja.

“Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Koperasi kan harus melayani, membina, dan memastikan bahwa UMKM yang ada di Inhil aman-aman saja. Maksud aman-aman saja ini adalah aman dalam berusaha dan ada peningkatan untuk UMKM tersebut,” ucapnya. 

Lanjutnya, Diskop dan Unisi akan menggelar Bazar di lingkungan Kampus untuk para Mahasiswa di Kampus.

“Ayo sama-sama kita majukan UMKM di Inhil ini, semoga dengan kegiatan bazar yang akan kita laksanakan bisa memberikan motivasi kepada seluruh UMKM khususnya yang akan mengikuti 50 Bazar UMKM bulan November nanti. Jika dinilai positif kedepannya ini akan menjadi agenda rutin kita,” sebutnya. 

Terakhir, ia menyampaikan setelah melaksanakan Bazar UMKM di lingkungan Kampus Unisi, pihaknya akan melakukan evaluasi. 

“Sebagai tolak ukur untuk kedepannya bagaimana kegiatannya lebih baik lagi kita akan lakukan evaluasi setelah melakukan zbazar. Sebenarnya tidak ada yang ribet, yang ribet dan berat itu adalah dari sisi kesiapan energi atau financial untuk mendorong kegiatan ini. Jika nanti tidak ada modal, kita sebagai Pemerintah tidak punya pendanaan khusus untuk UMKM ini, maka kita akan membantu dengan berusaha mencari donatur,” pungkasnya.


Baca Juga