TELUK KUANTAN - Kebiasaan berkumpul, makan, dan minum bersama pada malam hari serta berbincang persoalan pembangunan, ekonomi, politik, budaya, dan lain sebagainya adalah hal yang lumrah dilakukan dikalangan pemuda yang berbaur dengan para orang-orang tua di pedesaan.

Namun berbeda halnya dengan yang dilakukan Penjabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Pintu Gobang Kari Triwan Marlius. Kali ini, terlihat dirinya berkumpul makan dan minum serta bercengkerama bersama para perangkat desa, ketua pemuda dan para atlit klub sepak bola Pintu Gobang Kari, di Warung Makan Ala Maya, Sentinggi dusun Simpang Tiga desa Pintu Gobang Kari, kecamatan Kuantan Tengah, kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, pada Rabu (15/06/2022) malam.
Terlihat saat itu Pj Kades Triwan Marlius, Ketua pemuda Iwan caluak, Sekdes zulputra, Kepala dusun Arliades dan Enda selaku Kaur umum serta para pemuda dan tim sepak bola desa Pintu Gobang Kari "Persibang".

Dalam giat kecil ini, Triwan Marlius, Pj Kades Pintu Gobang Kari yang biasa kesehariannya dipanggil dengan sebutan Iwan ini, berbincang bersama perangkat dan para atlit sepak bola persoalan strategi permainan dalam klub sepak bola yang menjadi semacam motivasi dan edukasi di luar pertandingan.
Di akui Iwan, bahwa dirinya tidak gemar bermain bola namun hobi menonton permainannya. Menurutnya sepak bola adalah cabang olah raga yang mendunia dan sangat populer.
"Tak bisa dipungkiri, sejak lama hingga saat ini, sepak bola menjadi salah satu olahraga yang kian populer. Dari berbagai penjuru dunia, banyak orang gemar menonton olahraga yang satu ini hingga menjadi perbincangan," begitu kata Iwan.

"Saya tidak gemar bermain bola, tapi saya hobi permainannya," kata Iwan lagi berseloroh sembari tertawa geli bersama para rekan-rekan dan pemuda saat itu memecah suasana.
Sambung Iwan, "bahkan, hampir semua lapangan dan stadion selalu dipenuhi pencinta sepak bola ketika sedang berlangsung sebuah pertandingan," imbuhnya.
Iwan mengatakan bahwa, berkumpul seperti ini dengan para atlit klub sepak bola Pintu Gobang Kari (Persibang), bisa saling berbagi, saling mengisi, saling mengetahui dimana kekurangan dan kelemahan saat bertanding antara satu sama lainnya.
Dikatakan Iwan, kekompakan tidak hanya diterapkan dalam lingkungan dan kehidupan sehari-hari saja, namun dalam berolahraga dan berlaga tanding sepak bola, kerjasama dan kekompakan serta disiplin dan sportivitas sangat dibutuhkan.

"Kemenangan bukanlah prioritas utama dalam suatu pertandingan, tapi juga dapat menjadi pengalaman dan motivasi diri, kompak itu yang terpenting," tutur Iwan.
Dalam perbincangan malam usai makan dan minum bersama, ketua pemuda desa Pintu Gobang Kari, Iwan Caluak yang kerap disapa dengan panggilan Caluak sebagai panggilan akrabnya ini sepakat dengan apa yang disampaikan dan segala hal yang sifatnya membangun.
Selaku ketua pemuda, beliau juga menuturkan bahwa sepak bola bukan hanya soal menggiring dan menandang bola sampai memasukkannya ke dalam gawang, bahkan menurutnya, banyak hal yang lebih istimewa di balik itu.
Menurut Caluak, "permainan sepak bola ini melatih unsur fisik, mental, serta di bangun dengan kekuatan tim yang solid, yang tak lupa bagi kita, adalah semangat," kata Caluak sang ketua pemuda desa Pintu gobang Kari ini memberikan support kepada tim pesepak bola Persibang.

Sementara itu, ketua tim sepak bola Persibang desa Pintu Gobang Kari, Zulputra mengatakan, tim sepak bola kita ini sudah kompak dan saling bekerja sama serta selalu menjaga sportivitas dalam berlaga tanding.
Zulputra selaku yang dipercayakan sebagai ketua tim sepak bola Persibang desa Pintu Gobang Kari, sambil ngopi bareng menyampaikan harapannya kepada tim agar selalu menjaga dan mengembangkan lagi fair play dalam setiap pertandingan.
"Kepada para pemain dan ofisial tim, jaga sportivitas, dan kembangkan fair play dalam setiap pertandingan," kata pria yang disapa Zul, yang juga diketahui bahwa beliau adalah Sekretaris Desa (Sekdes) Pintu Gobang Kari.
"Ini adalah sikap budaya sepak bola yang harus terus dijaga," imbuhnya.

Dalam hal ini, Zul mengatakan, makan dan minum bersama seperti ini adalah sebuah trik penyegaran buat para pesepak bola kita. Saling bertukar pikiran antara pemuda dan perangkat desa. Saling berseloroh merefresh otak meski sejenak.
"Hal ini jarang kita lakukan, InsyaAllah kedepannya kita akan usahakan lakukan penyegaran-penyegaran seperti ini. Agar dapat saling berbagi solusi dan pendapat untuk kemajuan desa, pemuda, dan tim olahraga yang ada di desa Pintu Gobang Kari, terutama tim sepak bola kita Persibang," kata Zulputra mengungkapkan.

"Harapan kami, Persibang harus melahirkan pesepak bola berkualitas, dan berprestasi, dengan mengikuti berbagai kompetisi yang sehat yang akan melahirkan tim dan atlit yang kuat," demikian kata Zulputra, ketua tim sepak bola desa Pintu Gobang Kari, Persibang menyampaikan.**