Serma Priyo Widodo, Anggota TNI Yang Dicibir Rekannya & Takut Uang Haram Malah Milih Jadi

Ahad, 02 Desember 2018

KILASRIAU.com - Tidak takut miskin lebih takut dengan makanan dari uang haram. Begitulah yang terjadi pada seorang anggota TNI Serma Priyo Widodo. Diceritakan jika pria dengan profesi sebagai Anggota TNI ini sering menerima cibiran dari rekan-rekannya karena pilihan pekerjaan yang menurut mereka tidak pantas "tentara kok jadi pemulung". Sindiran menyengat tapi dibiarkan saja.

Sebagai seorang abdi masyarakat tentu Serma Priyo memberikan contoh bagi keluarga untuk memberikan nafkah dengan cara halal. Berawal dari gagalnya usaha di bidang peternakan dan perikanan memaksa dia mencari jalan keluar untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Setelah curhat pada temannya ia diberi saran untuk menjalani profesi lain sebagai sampingan untuk menambah penghasilan.

Kegagalan sebelumnya dijadikan pelajaran kemudian ia mulai mengumpulkan botol bekas. Jika awalnya atas saran kawan dia keliling kampung mengumpulkan botol bekas seiring berjalannya waktu ia dipercaya banyak warung untuk mengumpulkan botol bekas yang siap dikarungi. Serma Priyo usai berdinas langsung berganti kaos oblong dan celana selutut kemudian bergelut dengan tumpukan botol dibelakang rumahnya.

Atas kerja kerasnya selama ini ternyata penghasilan tambahan sekitar Rp 10juta setiap bulan. Kerjasama yang telah ia bangun dengan para relasi serta agen-agen besar untuk melakukan penjualan botol-botol bekas. Melaksanakan tugas kedinasan sebaik mungkin di satuan kodim 0814 Palembang, setelahnya ia berfokus pada usaha sampingan demi mendapatkan nafkah halal bahkan bisa mendidik kemandirian anak-anaknya. Dibantu istrinya semua diurus bersama demi mencari nafkah halal.

"Tak perlu malu pada pekerjaan halal, malu itu di memakan harta haram" ucap Serma Priyo Widodo. Meskipun mendapatkan cibiran nyatanya dia mampu membuktikan jika rejeki bisa didapatkan dengan cara bersih bukan mengambil hak orang lain.

Sungguh cara terbaik membalas cibiran orang dengan bukti. Dikala orang meremehkan maka bukan dibalas melainkan dibiarkan sambil bertindak cepat. Penilaian buruk orang diabaikan demi tercapainya masa keluarga lebih baik. Inilah contoh cara bijak tanpa mengambil hak orang lain.